Monday, 23 November 2020

Gelar Pengembalian Formulir, Ke Tim Formatur Bakal Calon Ketua, Ikatan Pelajar BP (IPMAPAN) Kota Study Sorong, Papua Barat. hingga batas akhir pengembalian formulir pendaftaran calon menerima dua pendaftar yang diusung oleh pemilik suara.

Fhoto: Dok Pemgembalian( formulir Bakal Calon BPH IPMAPAN) Kota Study Sorong, Papua Barat. Priode Masa bakti 2020/2021


"Hingga pendaftaran ditutup pada Senin 16/24) pukul 06.00 WIB ada dua bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran beserta kelengkapannya," kata Ketua Tim Formatur Bakal Calon Ketua Umum Hans W Adii, dalam keterangan resminya diKota Study Sorong Papua Barat.

Dua Mahasiswa/i yang mengembalikan formulir pendaftaran adalah, (YUNUS YOGI  yang kini Siap menjabat sebagai Ketua Badan pengurus (IPMAPAN) dan SILUAP YEIMO juga Kini Siap menjabat Sebagai Ketua  Badan  pengurus (IPMAPAN)  Kedua Soudarah Siap Pengurus Bakal Calon unggul Penguni  (IPMAPAN) Kota Study Sorong Papua Barat.

Sesuai dengan tahapan, menurut  Adii Selaku Badan Formatur, selanjutnya adalah pemeriksaan berkas-berkas persyaratan dari bakal calon ketua umum ini akan berlangsung pada 24-26 November Selama periode 2020/2021 ini, bakal calon juga dapat melengkapi dokumen persyaratan jika ada kekurangan.

"Kami baru bisa mengumumkan ini saja. Untuk kelengkapan persyaratan kedua bakal calon, belum bisa kami umumkan karena tim formatur akan melakukan proses verifikasi terlebih dahulu," kata Adii Hans menambahkan.

"Lewat proses verifikasi, akan ditentukan apakah kelengkapan dari bakal calon memenuhi persyaratan atau tidak, karena kadang bisa saja semua lengkap tapi tidak memenuhi persyaratan," lanjut Tempat Sama Senior (IPMAPAN) YOSAM PIGAI.

Salah satu proses verifikasi persyaratan bakal calon adalah memeriksa jumlah suara dukungan pengurus kepada bakal calon ketua umum yang mendaftar. Tim (IPMAPAN) Kota Study Sorong, Papua Barat. akan memeriksa suara dukungan apakah valid atau tidak valid.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi bakal calon ketua BPH (IPMAPAN) periode 2020-2021 adalah menyerahkan minimal 3 surat dukungan dari  2 pengurus  yang sah dicalonkan.

Setelah proses verifikasi, Kata, Senior (IPMAPAN) Jeri Degei, tahap selanjutnya adalah Tim Formatur menginformasikan kepada bakal calon apakah mereka memenuhi persyaratan untuk menjadi calon ketua umum atau tidak. Mereka yang memenuhi syarat akan diundang ke Musyawarah Kongres pertama  untuk menyampaikan visi misi.

 Sorong: 24 November 2020.



PETA PEMBAGIAN WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAH NEDERLANDS NIEUW GUINEA PADA TAHUN 1956.

Pada Tanggal 23 Agustus 1956 Pemerintah Belanda memasukan Wilayah West Nieuw Guinea ( Papua) sebagai suatu daerah otonom dari Kerajaan Belanda.

Pemerintah Belanda pada hari itu mengubah UUD Negara Kerajaan Belanda Pasal 1 UUD 56. Perubahan UUD ini isinya sebagai berikut : Memperkuat Wilayah Kerajaan Belanda meliputi : Nederland sebagai Negara Induk, Nederland Suriname, Nederland Kepulauan Antilen dan Nederland Nieuw Guinea tetap berada dibawah Kekuasaan Kerajaan Belanda.

Perubahan UUD ini terjadi sebagai tanggapan atas pembentukan Provinsi Otonom West Nieuw Guinea secara sepihak oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17- Agustus 1956 yang diumumkan oleh Ir. Soekarno dengan beribukota di Sowasiu Halmahera dan ditunjuk Zainal Abidin Syah sebagai Gubernur Papua Barat.

Pada Tanggal 1 Mei 1958 Gubernur Nederland Nieuw Guinea Dr J. van Baal digantikan oleh Gubernur P. J Platteel maka terjadi perubahan dalam pembagian Wilayah Pusat Pemerintahan dari 4 Afdeling / Keresidenan menjadi 7 Afdeling di West Nieuw Guinea seperti tercantum dalam peta dibawah ini.

Tujuh Afdeling itu sebagai berikut : 1. Afdeling Vogelkoop Domberay yg semula berkedudukan di Sorong kemudian dipindahkan ke Manokwari. 2. Afdeling Schiereiland atau Penninsula Bomborey beribukota di Fak-Fak. 3. Afdeling Geelvink Baai atau sekarang Wilayah Saireri berkedudukan di Biak. 4. Afdeling Hollandia Tanah Mamta / Tabi berkedudukan di Hollandia.5. Afdeling Wisselmeren / Wilayah Meepago Paniai berkedudukan di Enarotali. 6. Afdeling Baliem Valley masih dibawah pengawasan Keresidenan Hollandia karena Post Pemerintah baru saja mulai dibangun di Wamena namun demikian Administrasi sementara dipusatkan di Kota Bokondini sebelum dipindahkan ke Wamena Tahun 1960. 7. Afdeling Merauke / Anim Haa berkedudukan di Merauke

Sumber informasih : Sejara Papaua 1

 Operation Oaktree adalah operasi militer Belanda di Nugini Belanda selama Perang Dunia II melawan jepang

. Di bawah komando Kapten Jean Victor de Bruijn, Suku Ayamaru sebagai polisi petugas lapangan dan suku migani. Salah satunya adalah Soalekigi Zonggonau (ketiga dari kiri) penduduk asli Wisselmeren Paniai pada tahun 1943.

Saat itu sekitar 40 tentara beroperasi di wilayah Penggunuan New Guinea/Papua Barat selama lebih dari dua tahun antara Desember 1942 sampai Juli 1944, ditangani oleh Badan Intelijen Pasukan Hindia Belanda , dengan bantuan Australia untuk mempertahankan Misi kristen di Wisselmeren New Guinea dan Pemerintahan Nederlands New Guinea.

selengkapnya di buku "dr.j.v de bruijn Het Verdwenen Volk - page 162"

Sumber Informasih Sejara Papaua 1

 Lukisan Seni, Karya Boas Iyai, thn 1987



. Sebuah lukisan yg penuh makna, sebuah goresan bisu yg bisa berbicara... dan memberi pesan kepada siapa sj , sebuah Ilustrasi ttg bahaya HIV AIDS.

Di tahun2 1980an itu, HIV AIDS blm terkenal seperti Sekarang, tapi pelukis ini bisa tahu apa yg akan terjadi di kemudian hari nanti.

Pelukis Boas Iyai berasal dari pedalaman Mapiha, kabupaten Dogiyai, kini menetap di Jakarta.

Sumber: Facebook awikaituma jr. https://t.co/hvr6hqEMir.

 Pastor Cleophas Ruigrok 

Dok : Sticting Papua Erfgoed : Fotografer : Pater Joop Sierat pada Tahun 1967.

 Pastor Cleophas Ruigrok OFM sedang berbincang bincang dengan umat kesayangannya di Stase Kampung IDAKEBO Moanemani Distrik Kamuu ( skrg kabupaten Dogiyai) Meer KPS Waghete Keresidenan Wisselmeeren saat itu.

Sumber info Web Sejara Papua 1

NIEW-GUINEA VIJF GULDEN MONEY 


MATA UANG YANG DI GUNAKAN DI TANAH 

KERAJAAN BELANDA MENDUDUKI TANAH PAPUA.

"MATA UANG GULDEN NIEUW GUINEA PAPUA" DI

GUNAKAN DARI TAHUN 1950 DAN BERAKIR DI TAHUN 1962

Tujuan Pemerintah kerajaan belanda membuat Uang kusus ini Agar Membantu Mempermudah Akses Jual beli barang di Tanah Papua Saat itu Yang Awalnya Mengunakan Sistim "BARTER"Di pasar Tradisional yang Mengalami Kendala dalam Hal jenis barang yang di barter Tidak Seimbang (Masalah Untung Rugi ) Maka Solusi Harus Mengunakan Mata Uang kusus Yang Bisa menjadi Media Satuan harga sehinga mempermudah pembeli dan penjual dalam membangun komonikasih di Pasar Papua Tempo dulu.


CATATAN:

UANG INI BERAKIR MASA PENGUNAAN NYA

SETELAH PAPUA DI NYATAKAN BAGIAN DARI

NEGARA INDONESIA DI UN/PBB ( Perjanjian New

York pada 15 Agustus 1962.)

Sumber: Mata historis