Tuesday, 12 April 2022

Hosea dan Cinta Penebus: Kisah Dibalik Kesetiaan

 



Berdasarkan novel laris karya Francine Rivers, 

REDEEMING LOVE adalah kisah cinta dan ketekunan yang kuat saat hubungan pasangan muda berbenturan dengan kenyataan pahit Demam Emas California tahun 1850. Kisah ini terinspirasi oleh Kitab Hosea, dan pusatnya Temanya adalah kasih penebusan Allah terhadap orang berdosa. Cerita berpusat pada Angel (Abigail Cowen), yang dijual ke prostitusi sebagai seorang anak. Dia telah bertahan melalui kebencian dan kebencian diri, sampai dia bertemu Michael Hosea (Tom Lewis) dan menemukan tidak ada kehancuran yang tidak bisa disembuhkan oleh cinta. Kisah ini mencerminkan kekuatan penebusan cinta tanpa syarat dan pengorbanan dengan karakter dan keadaan yang relevan dengan dunia kontemporer.

Bagaimana Hosea mirip dengan cerita fiksi dalam film ini?

Latar Belakang Hosea

Kisah Alkitab Hosea terjadi sebelum Suku Utara Israel ditawan. Allah memilih untuk mengasihi Israel. Dia membuat janji-janji perjanjian kepada mereka dalam perjanjian-perjanjian awal Perjanjian Lama. Meskipun di seluruh Perjanjian Lama Israel sering berputar bolak-balik antara kesetiaan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan, Tuhan tidak pernah mengabaikannya. Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berakhir dan tidak pernah lelah kepada Israel dikenal dalam Perjanjian Lama sebagai hesed-Nya. Kata ini mengacu pada kesetiaan perjanjian Allah.

Suku Utara Israel memilih untuk tidak setia kepada Tuhan. Seperti yang mereka lakukan, Tuhan menggunakan para nabi untuk memanggil mereka kembali kepada pertobatan. Sebagai seorang nabi, Hosea melayani Suku Utara bersama nabi Amos, serta sezaman dengan Yesaya. Tujuan Hosea adalah untuk memanggil Israel kembali kepada pertobatan dan hidup setia bersama Tuhan.

Tuhan berkata kepada Israel:

“Aku akan menjodohkanmu dengan-Ku selamanya;

Ya, Aku akan menjodohkanmu dengan-Ku

Dalam kebenaran dan keadilan,

Dalam cinta kasih [hesed] dan belas kasihan;

Aku akan menjodohkanmu dengan-Ku dalam kesetiaan,

Dan kamu akan mengenal Tuhan. (Hosea 2:19-20)

Saat memanggil Israel kembali kepada Tuhan, Hosea membagikan dorongan dari Tuhan kepada mereka:

Taburlah untuk dirimu sendiri kebenaran;

Menuai dalam belas kasihan; [hesed]

Hancurkan tanah kosong Anda,

Karena sudah waktunya untuk mencari Tuhan,

Sampai Dia datang dan menghujanimu dengan kebenaran. (Hosea 10:12)

Allah mengundang Israel untuk bertobat. Dia mengundangnya untuk kembali kepada-Nya. Dia menjelaskan bahwa dia akan menuai kesetiaan perjanjian-Nya. Atau, dengan kata lain, dia akan mengalami kasih perjanjian-Nya.

Hosea, Gomer, Pelacuran, Cinta, dan Kesetiaan

Sebagai gambaran hidup dari kesetiaan perjanjian Tuhan kepada Israel, Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi Gomer, seorang pelacur.

“Pergi, ambil sendiri istri pelacur

Dan anak-anak pelacur,

Karena negeri itu telah melakukan pelacuran besar

Dengan meninggalkan Tuhan.” (Hosea 1:3).

Hosea menikah dengan Gomer. Mereka memiliki tiga anak (laki-laki) bersama.

Gomer meninggalkan Hosea. Dia kembali ke prostitusi.

Tuhan menyuruh Hosea untuk mengejarnya lagi. Bahkan, dia membelinya kembali dari prostitusi. Perhatikan apa yang Hosea tulis:

Kemudian Tuhan berkata kepadaku, “Pergilah lagi, cintailah seorang wanita yang dicintai oleh seorang kekasih dan berzinah, seperti cinta Tuhan kepada anak-anak Israel, yang memandang kepada allah lain dan menyukai kue kismis dari kafir.”

Jadi aku membelinya untuk diriku sendiri seharga lima belas syikal perak, dan satu setengah homer jelai. Dan saya berkata kepadanya, “Kamu akan tinggal bersamaku selama beberapa hari; kamu tidak akan berperan sebagai pelacur, kamu juga tidak akan memiliki seorang pria — demikian juga, aku akan mendekatimu.” (Hosea 3:1-3)

Hosea membelikannya dengan perak dan jelai. Dia membawanya masuk dan berkomitmen untuk mencintainya dengan setia selama beberapa hari seperti yang akan dia lakukan untuknya.

Gambaran indah dari kasih penebusan Hosea ini menggambarkan kasih penebusan Allah, kesetiaan perjanjian-Nya. Hosea melanjutkan:

Karena anak-anak Israel akan tinggal berhari-hari tanpa raja atau pangeran, tanpa pengorbanan atau pilar suci, tanpa efod atau terafim. Setelah itu orang Israel akan kembali dan mencari Tuhan Allah mereka dan Daud raja mereka. Mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya di akhir zaman. (Hosea 3:4-5)

Sama seperti Hosea mengambil kembali Gomer, Tuhan berjanji untuk mengambil kembali Israel juga. Untuk menjamin hal ini, pada akhirnya Yesus membayar dengan tubuh dan darah-Nya saat Dia mati di kayu salib untuk menjamin pengampunan orang berdosa dengan cinta penebusan.

Hosea adalah gambaran Allah yang setia pada perjanjian melalui Yesus Kristus.

Komitmen Hosea pada perjanjian pernikahannya menunjukkan kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya dengan Israel. Lebih besar dari sekedar perjanjian-Nya dengan Israel, sebagai bagian dari karakter-Nya, Tuhan hanya setia pada perjanjian.

Ini adalah berita bagus bagi kami. Izinkan saya menyarankan tiga implikasi:

Pertama, Tuhan tidak pernah melanggar perjanjian.

Kasih Tuhan tidak pernah berakhir. Bahkan ketika Anda tidak setia kepada Tuhan, Dia tidak pernah tidak setia kepada Anda. Sebagaimana dibuktikan dalam cinta dan komitmen Hosea untuk Gomer dan cinta Tuhan untuk Israel, Tuhan tidak melanggar perjanjian. Elemen penting dari kasih Allah adalah kesetiaan perjanjian-Nya. Tuhan berjanji untuk membawa mereka yang memiliki hubungan pribadi dengan-Nya ke surga karena kasih-Nya tidak pernah gagal.


Tuesday, 5 April 2022

HALO MAHASISWA PAPUA

 

Oleh: Oskar H.Gie

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, katanya biar jadi manusia dan membangun masa depan tanah Papua.

Tetapi nyatanya tanah Papua masih di jajah oleh sistem

Kapitalis dan dusta Kolonialis, serta kekerasan manusia oleh pendekatan aparat TNI/POLRI.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi buta poltik. Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi bahas persatuan saja malah masih terjebak dengan isme-isme

Pangguyuban hanya karna administrasi dana beasiswa atau bantuan pendidikan dari OTSUS kabupaten.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi hanya mau jadi PNS, Pejabat Daerah, dan penjilat penguasa. Karna kuliah tapi tidak merdeka secara ideologl, jadi masih ditindas mental penjajah.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi ujung-ujungnya jadi pengangguran karena tidak punya skill dan tidak

ada lapangan pekerjaan dari pemerintah Papua untuk Orang AsI Papua. Apa lagi setiap sektoral ekonomi dan

politik malah dikuasai oleh orang non Papua.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi hanya sibuk urus pacar, jalan-jalan, dan ada yang kaku idealismenya

karena terjebak organisasi-organisasi yang jauh dari realita orang Papua itu sendiri.

Jadi Mahasiswa Papua yang kuliah, harus sadar bahwa

kuliah di negeri ini bukan sekedar belajar demi kemajuan dan masa depan Tanah Papua. Tapi harus sadar kalau kita masih di JAJAH oleh Penindasan Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme.

Halo Mahasiswa Papua, mari sadar, BANYAK MEMBACA, banyak diskusi, dan Aksi sesuai tuntunan ideologi Pembebasan bagi masa depan Manusia dan Tanah Papua.


 Oskar H. Gie

Baku Kastau

Monday, 28 March 2022

Menuangkan dan Meninggalkan Kekhawatiran dan Stres Kita di Kaki Tuhan

Pakailah Aku Tuhan dalam Kehidupan Yang sangat Mengkahwatirkan ini!

 “Kasih karunia” adalah Firman saya untuk tahun 2022. Dan sungguh, kasih karunia Tuhan begitu murah hati dan gratis dan masih ada. Ketika saya melewati lembah yang gelap, saya mengalami kesulitan melihat cahaya di ujung terowongan, tetapi Tuhan masih dengan murah hati membawa saya melewatinya. Di belakang, saya sekarang dapat membayangkan Dia memegang tangan saya dan memimpin saya atau membawa saya, bahkan ketika saya tidak memiliki kekuatan untuk mengangkat mata saya dan fokus pada kasih dan kasih karunia-Nya.

Berfokus pada kedalaman makna dalam kata itu memang membantu saya untuk lebih membuka mata terhadap momen-momen anggun yang begitu mudah saya abaikan. Namun, tahun ini saya memutuskan untuk tidak fokus pada kata tertentu melainkan pada proses pemikiran yang diperbarui.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketika saya mulai berpikir saya harus menyelesaikan ini atau itu, ketika saya cemas dan kewalahan dengan semua yang terjadi di dunia ini dan hati saya sakit untuk mereka yang terluka, saya mendengar Tuhan berbisik, “Istirahatlah, Anak saya." Saya merasa Dia memanggil saya untuk mengurangi tekanan pada diri saya sendiri. Untuk mengambil satu hari pada satu waktu, dan bahkan satu langkah pada satu waktu, dan untuk tetap fokus pada Yesus. Untuk berbaring dan beristirahat di dalam Dia dan kebaikan-Nya yang tidak berubah dan kasih-Nya yang tidak pernah gagal. Hanya untuk mengambil napas dalam-dalam, percaya pada-Nya, dan melakukan hal yang benar berikutnya. Untuk berhenti stres jika saya memposting lebih sedikit di sini, saya tidak dapat mengikuti hal-hal lain dalam hidup, atau tidak dapat mengubah situasi di luar kendali saya. Untuk sekadar “menjadi” siapa saya di dalam Kristus, menyerahkan semua kekhawatiran saya kepada-Nya, dan berusaha menjadi lebih seperti Dia dalam setiap pikiran, perkataan, dan tindakan saya.

Friday, 25 March 2022

NASIB ORANG PAPUA MATI DAN HIDUP DITENTUKAN OLEH JAKARTA BUKAN OLEH TUHAN

Jakarta Melihat Orang Papua sama dengan Binatang sehingga nasib masa depan orang Papua diatur dan ditentukan oleh manusia superior dari Jakarta. 

Hanya hewan atau ternak dalam kadang, ikan dalam aquarium nasibnya dan kehidupanya diatur oleh tuanya. Begitu pula saat ini nasib orang Papua sama, orang Papua di mata Indonesia hewan sehingga nasib masa depan ditentukan oleh Jakarta, berapa lama hidup, dan kapan orang Papua mati ada di tangan Jakarta. 

Mengapa kita harus menolak otonomi khusus dan pemakaranDOB di Papua karena Otonomi khusus dan DOB ancaman serius yang kita harus hadapi.

Kenapa pemakaran dipaksakan di Papua dan apa tujuan Resim Jokowi terus bernafsu memaksakan Otonomi khusus dan pemakaran Provinsi Baru jelas Investasi imperalis.

Jokowi ingin Indonesia menjadi negara kuat di Asia Tenggara atau macan Asia Pasifik harus diperhitungkan di dunia. Indonesia ingin menjadi negara maju keluar dari daftar negara berkembang di dunia. 

Saat ini Indonesia membangun mega proyek besar besaran di pulau jawa seperti Smelter di kersik, mega proyek lainnya agar 2050 target Indonesia negara super Power dan ingin keluar dari daftar negara berkembang menjadi negara maju. 

Jadi Pemaksaan pengesahan otonomi khusus nomor 2 tahun 2021 terkesan rasis kehendak Jakarta tanpa melibatkan orang asli Papua sebagai subjek. Karena ingin meloloskan kepentingan ekonomi nasional kepentingan oligarki imperalis.

Pemaksaan pengesahan otonomi khusus jilid II dan pemekaran DOB di Papua tidak jauh bedah dengan sejarah bangsa Papua demi kepentingan ekonomi kapitalisme Amerika. 

Pertama Perjanjian New York agreement 15 agustus 1962 dipaksakan tanpa melibatkan orang Papua. 

Perjanjian roma italia pada 30 september 1962 dilakukan tanpa melibatkan orang Papua. 

Penyerahan administrasi West Papua dari UNTEA ke Indonesia 1 mei 1963 tanpa sepegetahuan orang Papua. 

Perjanjian kontrak kerja PT Freeport Indonesia 7 april 1967 tanpa melibatkan orang Papua. 

Kemudian pelaksanaan penentuan pendapat rakyat ( PEPERA1969) tidak sesuai kesepakatan internasional 15 agustus 1962 karena ada kepentingan ekonomi imperalis Amerika. 

Hal yang sama sedang terjadi melalui Pemaksaan otonomi khusus jilid II dan realisasinya pemakaran Provinsi Baru mencapai legalitas hukum dan perizinan investasi di Papua. 

pemakaran Provinsi dan kabupaten kota hanya buka lapangan kerja bagi kaum migran dan buka akses serta legalitas hukum untuk realisasi investasi dan eksploitasi di Papua. 

Jika kita simak Perubahan undang undang nomor 2 tahun 2021 yang akan diperlakuan otonomi khusus jilid II akan diperlakukan pada juni mendatang ini tidak menguntungkan rakyat Papua. Orang Papua hanya jadi objek untuk kepentingan kelompok oportunis boneka Jakarta di Papua. 

Istilah Otonomi dalam tinjauan etimologis berasal dari bahasa Latin “autos” yang berarti sendiri dan “nomos” berarti aturan. Jadi secara harafiah berarti aturan sendiri. Dalam terminologi Encyclopedia Of Social Science Otonomi dalam pengertian orisional adalah “The legal self sufficiency of social body and its actual independence.” Dalam terminology ini tersirat dua dimensi, yakni: legal self sufficiency dan actual dependen.

Otonomi khusus harus ada kebebasan dan kewenangan sesuai dengan kebutuhan daerah atau wilayah tersebut. Otonomi daerah merupakan pengalihan wewenang dari pusat ke daerah, sekaligus mengaktifkan daerah yang selama ini telah tumbuh dan hidup sebagai perwujudan kelengkapan pemerintahan negara. 

Namun selama 20 tahun otonomi khusus jilid pertama tidak ada kewenangan dan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk mengatur regulasi sesuai dengan kebutuhan daerah.

Sesungguhnya makna otonomi Daerah ditegaskan kembali dalam produk Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang baru, yakni ayat 5, pasal 1, UU No 32 Tahun 2004, menyatakan:

 “bahwa Otonomi Daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.” 

Jika mencermati seluruh perubahan dan penambahan yang ada, setidaknya terdapat dua peran pemerintah pusat yang begitu dominan dan mengesampingkan peran pemerintah daerah yang seharusnya menjadi pihak utama dalam pelaksanaan pemerintahan di daerah otonomi khusus Provinsi Papua.

Pertama, terkait dengan pembentukan badan khusus yang diketuai oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada Pasal 68A UU Otsus 2021, dalam rangka sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan Otonomi Khusus dan pembangunan di wilayah Papua, dibentuk suatu badan khusus yang kemudian bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden.

Badan khusus ini diketuai oleh Wakil Presiden dan beranggotakan Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri Keuangan, serta satu orang perwakilan dari setiap provinsi di Provinsi Papua sebagai anggotanya.

Hal inilah yang kemudian menampakkan bahwa pemerintah pusat melakukan over-control penyelenggaraan pemerintahan di daerah Otonomi Khusus Provinsi Papua. Badan Khusus ini akan mengungkung kebebasan dan keleluasaan pemerintah daerah dalam menentukan dan membuat kebijakan di daerah otonomi khususnya.

Sangat potensial, akan ada kewenangan yang saling tumpang tindih antara kewenangan yang dimiliki oleh badan khusus dan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah daerah, bahkan lebih jauh lagi akan mengurangi dan memangkas kewenangan pemerintah daerah Provinsi Papua.

Sesuai dengan statement dari Ketua Panitia Khusus RUU Otsus Papua Komarudin Watubun pada Juli lalu, pembentukan badan khusus ini merupakan simbol kehadiran Istana di Papua, namun di sisi lain juga merupakan simbol arogansi dan sikap otoriter pemerintah pusat atas pelaksanaan pemerintahan di daerah otonomi khusus Provinsi Papua.

Kedua, terkait dengan usulan pemekaran daerah. Pada Pasal 76 UU Otsus 2021, pada ayat (2) pemerintah pusat kembali menampakkan arogansinya atas usulan pemekaran daerah di daerah otonomi khusus Provinsi Papua.

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan pemekaran daerah provinsi dan kabupaten/kota menjadi daerah otonom untuk mempercepat pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua dengan memperhatikan aspek politik, administratif, hukum, kesatuan sosial-budaya, kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur dasar, kemampuan ekonomi, perkembangan pada masa yang akan datang, dan/atau aspirasi masyarakat Papua.

Munculnya subjek yang dapat mengusulkan adanya rencana pemekaran daerah pada ayat (2) ini merupakan bentuk lain atas arogansi pemerintah pusat dalam upaya pemekaran di daerah otonomi khusus Provinsi Papua dalam UU Otsus 2021.

Ayat (2) tersebut kemudian dipertegas kembali dengan pengaturan di ayat (3) Pasal 76 yang mengatur bahwa jika Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan usulan atas pemekaran daerah di Papua, maka pemekaran tersebut dilaksanakan dengan tanpa dilakukan melalui tahapan daerah persiapan.

Sesuai dengan Penjelasan Pasal 76 ayat (3) yang dimaksud dengan "tanpa dilakukan melalui tahapan daerah persiapan" termasuk tanpa harus memenuhi persyaratan dasar dan persyaratan administratif.

Jika dibandingkan dengan pengaturan pemekaran daerah dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah, pemekaran daerah secara detail dan rigid harus dilaksanakan dengan pemenuhan syarat-syarat dasar dan administratif sebagaimana diatur mulai dari Pasal 33 hingga Pasal 48 baik berupa pemecahan daerah maupun penggabungan daerah. 

Syarat dasar dan syarat administratif tersebut dimaksudkan untuk memberikan parameter yang jelas kemampuan suatu daerah sebelum dilakukan pemekaran, sekaligus dengan kemampuan dan kesiapan masyarakat pada daerah tersebut.

Apabila syarat dan tahapan pemekaran ditiadakan hanya karena subjek yang mengusulkan pemekaran adalah pemerintah pusat, hal ini tentu akan berimbas pada tataran pelaksanaan pemekaran dan berdampak langsung kepada masyarakat asli papua yang merasakan langsung efek dan dampak dari pelaksanaan pemekaran daerah.

Apakah pemerintah pusat tidak memikirkan nasib masyarakat Papua? Akankah persiapan pemekaran daerah yang seharusnya dijalankan oleh masyarakat Papua dapat dikesampingkan oleh pemerintah pusat? Jawabannya tentu tidak.

Patut diduga adanya pasal ini merupakan langkah konkret persiapan pembentukan daerah baru Provinsi Papua Tengah oleh pemerintah pusat yang kemudian akan menjadi agenda politik dalam rangka eksploitasi alam di Papua dengan dalih percepatan pembangunan.

 Selain mengesampingkan kesiapan dan dampak pada masyarakat Papua, perlu diingat kembali bahwa isu pemekaran daerah ini telah menuai banyak protes dari berbagai kalangan.

Pada tanggal 4 Maret 2022 Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mengundang 9 Bupati yang berasal dari wilayah Pegunungan tengah Papua. 

Pertemuan yang direncanakan pada Jumat 14 Maret 2022 itu mengagendakan Persiapan Pemekaran Provinsi di Wilayah Papua Pegunungan Tengah. Pembahasan itu atas dasar pasal 76 ayat 3, UU No. 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Otonomi Khusus bagi provinsi Papua Nomor 21 Tahun 2001.

Sebelumnya, tuntutan pemekaran ini juga disampaikan oleh beberapa elit politik di Papua: 

1). SK Gubernur Papua Barat No. 125/72/3/2020 tentang pemekaran Provinsi Papua Barat daya.

 2). Deklarasi 4 bupati (Merauke, Asmat, Mapi dan Boven Digul).

3). Deklarasi di Timika pada tanggal 4 februari 2021 meliputi Kab. Timika, Pantai, Dogiyai, Deyai, Nabire dan Puncak. 

4). Permintaan ketua Asosiasi Pegunungan tengah Papua, Befa Jigibalom kepada Jokowi di Jakarta. Berbeda dengan sikap rakyat Papua.

Profesor Dr Rocky Gerung menyebut bahwa UU Otsus adalah “Paket Perintah Menyogok Papua”. Dengan demikian dua Pasal yakni UU Perimbangan Keuangan dan Pemekaran Propinsi Papua saat ini sedang dibahas oleh DPR RI di Senayan diketuai oleh Komaruddin Watubun bertujuan “menyogok” lagi dan itu mau dipaksakan pada rakyat Papua adalah semacam Paket UU Sogokan Pemerintah bagi rakyat Papua.

Dari semua kebijakan mulai dari sejarah aneksasi sampai dengan Otonomi khusus dipaksakan ini seakan kami ini bukan manusia namun kami ini binatang. 

Jika kami manusia nilai kemanusiaan kami harus dihormati, hak politik kami tidak dirampas , hak demokrasi kami dibungkam tidak diberikan ruang. Kami bangsa Papua manusia sama seperti bangsa lain di dunia ini, nasib masa depan bangsa kami tidak bisa diatur oleh orang lain. 

Bangsa Papua punya hak untuk mengatur dirinya sendiri bukan diatur oleh Indonesia, semua produk hukum Paket politik pendudukkan bagian dari praktek Nekolonialisme Indonesia wajib dan harus menolak.

Semua kebijakan resmi Jokowi berwatak militer atek oligarki imperalis dipaksakan melalui borjuis lokal di Papua harus dihentikan sebelum tuntutan rakyat Papua tidak terpenuhi. Jangan kita diam malas tau otonomi khusus jilid II dan pemekaran DOB dan investasi di Papua menjadi ancaman serius. 

Jika kita diam menunjukkan sikap acu tak acu atau apatis terhadap ancaman ini maka kita akan minoritas termarginalisasi dan akan punah secara sistematis masif dan terstruktur. 

OTONOMI KHUSUS JILID II DAN DOB SENJATA NUKLIR PEMUSNAH ORANG PAPUA 

Silakan simak strategi jokowi dalam Video berikut: https://fb.watch/bZEroXPE8m/


Oleh SUHUNIAP JUBIR NASIONAL KNPB PUSAT.

Sunday, 6 March 2022

Generasi Jaman Now Tidak Punya Tujuan Hidup?


 Pria bule satu ini teguran keras buat anak-anak mudah papua masa saat ini, Melaluhi https://www.youtube.com/channel/Tiyowu  karena pengamatan lapangan, selama Dia hidup di tanah papua pada tepatnaya di Wamena selama 25 tahun dia melihat dan mengamati disana bahwa generasi papua saat ini pergerakan atau perbuatan itu menjunjukaan bahwa mereka tidak punya harapan total. Artinya bahwa seharian aktifitas mereka hanya berfoya-foya dengan mabuk-mabukan, makan pinang, meroko dan berbagai hal yang bersifatnya tidak keuntugan atau merugikan tubuh mereka dan meguras dompet mereka; hanya menghabiskan dengan hal-hal yang tidak menguntungkan masa depan mereka.

Lanjut_kata pria bule itu bahwa, sebenarnya papua itu sekolah ada “formal dan nonformal”, untuk sekolah-nonformal mereka Belajar dengan cara membangun rumah, bikin kebun, tukan pembagunan operator kayu dan  berbagai aktifitas dengan orang tuah mereka atau keluarga anak-anak generasi sekarang seluruh papuah pada umumnya; tetapi karna dari kecil mereka berpengaru dengan uang otsus maka mereka belih motor yang mega minuman miras setiap hari dan sekolahpun tidak produktif, dan mengajak mereka untuk sekolah nonformal pun tidak mau karan selaluh berkeringat dan capeh.

Pria buleh itu mengatakan, wha.. kalau masuk di sekolah juga tidak mampu “memahami” matematika, fisika, Bahasa inggiris dan ilmu-ilmu praktis dilapangan juga tidak mampuh Belajar Belajar bekerja untuk berkebun tukan bangunan tukan kayu dan lain-lain juga tidak mau hanya seharian mereka itu habikan uang yang ada pada mereka juga beli barang-barang yang membahayakan tubuh mereka dan merugikan uang-uang tersebut itu bagimana untuk hidupi masa depan mereka yang sesunggunya.

Penulis juga terkesan bahwa, kami orang asli papua (OAP) lebih khususnya generasi milenial (millennial generations) kami sadar dan memahami bahwa saat ini kami adalah beradah di masa transisi artinya bahwa kami saat ini attitude dan perbuatan-perbuatan kami ini yang menentukan untuk “arena Kemenangan atau kekalahan) maka, penulis hanya sampaikan diatas kertas putih ini bahwa menuju arena kemenangan atau kekalahan itu kembali ke kita sendiri karana 5 tahun kedepan lagi papua ini saudara dan saya punya bukan pendatang yang datang untuk mendidik kita lagi kawan.

Salam, literasi

Saturday, 26 February 2022

Perkenalkan Kepala Distrik Youtadi Dan Kelima Kepala sekertaris Kampung Youtadi

SUMBER INFORMASI WA _FROUP KABAR YOUTADI Uraikan Melaluhi Suara kawasan Kehijauwan piyaiyita.com

Mengelar Pada tanggal sabtu 26 february 2022 Enarotali Paniai papua.

Agenda Pengenalan Kepala Distrik Youtadi Serta 5 (lima) Sekertaris Kampung Yakni Youtadi, 1 Youtadi 2, Yumauwo, Jibudide dan Jinitadi

Dengan adanya Pertemuan Pengenalan ini (bisa lelatif lebih dekat anatara Kep Diskt dan Kelimah Kepalah kampung) untuk membangun perubahan Youtadi dan sekitarnya; melaluhi Pendekatan anatara Camat youtadi serta kelima Kepala Kampung bisa Melihat sektor faktor apa yang kendalah Masyarakat Youtadi mengalami saat ini; misalnya Kesehatan dan pendidikan dll, dengan adanya bergandengan tangan tali persaudarahan Youtadi bisa Membangun dan bersama progress untuk "solve social problem" bersama.

"Kata Hati Kami Masyarakat Youtadi" Kami masyarakat Yotadi Menunggu orang yang Jiwa sosial dan Rasa Melimiliki youtadi yang Sesunggunya Untuk Perubahan Youtadi Bersama masyarakat serta Alam Youtadi Menunjan Perubahan Youtadi yang Berkelanjutan dan Kesejatrahan bersama.

Lanjut, Melaluhi Pertemuan Sederhana ini kami harapan bersama, bahwa Perubahan Youtadi ditanggan kami sendiri untuk Mencapai Tujuan Perkembagan kesejatrahan Penddikan, Kesehatan dan Pembangunan itu sendiri.

penutup, penulis Tuangkan alam Kertas Putih ini bahwa selamat Mengabdi Sebagai kepala distrik Youtadi alam Tuhan dan Alam Youtadi bersama Masa MegabdiNya.

Akhir Kata Koyaoo, amakaniee, Amanoee...