Tuesday, 13 September 2022

MAKRAB IPMMO SE-JAWA DAN BALI DI KOTA STUDY JAKARTA Th 2022/2023

Photo bersama  Doc Usai Kegiatan Penerimahan Mahasiswa Baru IPMMO Se Jawa dan Bali pada 09-11 Septemberber 2022

Villa Lemba Nyiur (Puncak Bogor Jawa Barat) pada 09-11 Septemberber 2022,Malam keakraban atau yang biasa disingkat Makrab adalah sebuah acara khas yang biasa diselenggarakan oleh para generasi muda mulai dari generasi SMA hingga perguruan tinggi. Makrab biasanya diselenggarakan oleh suatu kelas, angkatan, bahkan hingga organisasi intra kampus atau sekolah sekalipun. Acara Makrab lebih cenderung bertujuan untuk mempererat rasa pertemanan dan persaudaraan. Banyak kreasi yang bisa dilakukan dalam suatu acara Makrab bersama teman-temanmu. 

 Tema: Belajar membentuk kritis, proaktif, berkarakter dan Berintelektual dalam budaya organisasi.

Sub Tema: melalui kegiatan makrab ini, membentuk karakter IPMMO Se-Jawa dan bali yang berjiwa kreatif, inovatif dan daya saing yang mampuh membawa perubahan dalam internal kemahasiswaan Eksternal, Tentunya membanggun Kabupaten Intan Jaya.

Kata panitia pelaksana makrab IPMMO SE-JAWA DAN BALI :

Saya Leprandus Miagoni selaku ketua panitia MAKRAB IPMMO Se-Jawa dan Bali tahun 2022-2023 korwil Jakarta mengucapkan banyak terimakasih Yang tak terhingga  kepada Seluruh Panitia Makrab, alumni IPMMO, Senioritas IPMMO, Seluruh Anggota IPMMO serta orang-orang hebat yang mana selalu mengsuport dalam bentuk ide, gagasan, sumbangan fisik  dan Sumbangsi dana.  kegiatan Makrab Sudah Terlaksanakan dengan lancar, aman, baik  di Villa Lemba Nyiur (Puncak Bogor Jawa Barat) pada 09-11 Septemberber 2022.

Semua ini terlaksana oleh karena kerjasma dan kerja keras kita semua. Saya juga mengucapkan banyak terimaksih kepada ke 3 pemateri yaitu :

1. Kakak  kaysel selegani selaku sekretaris Bph pusat IPMMO SEJAWA DAN BALI, membawakan tentang 

 (Sejarah IPMMO)

2. Kakak Yance Emani membawakan tentang (Pengenalan Lingkungan Kampus) 

3. Bapak Maksimus Tipagau membawakan tentang (Tegnology & IT bidang wirausahawan) 

pemateri yang mana sudah memberikan materi yang luar biasa untuk kami semua pelajari dan maknai bersama-sama. Semoga apa yang dibawahkan dapat bermanfaat bagi Kita semua. 

Dan terimakasih kasih juga terutama untuk

Empat koordinator Wilayah yang sudah hadir di Jakarta untuk menyaksikan berjalannya kegiatan ini Makrab Ini 

#Savs_IPMMO_JATIM

#Save_IPMMO_Jogja_Solo

#Save_IPMMO_Semarang_salatiga

#Save_IPMMO_BandungRaya

#Save_IPMMO_Jakarta

" IPMMO ADALAH KAMI, KAMI ADALAH IPMMO "

Sayangilah dia

Cintailah dia 

Rawatlah dia 

Save IPMMO Se-Jawa dan Bali.

Usai pelaksanaan Makrab, Ketua Panitia Leprandus miagoni juga menyambut dengan antusias mengucapkan selamat datang dan bergabung di IPMMO se-Jawa dan Bali sekaligus memberikan sertifikat kepada peserta makrab secara simbolis dengan sah untuk melanjuti impian bersama di tanah rantau.(Jawa).

“Peserta Makrab untuk tahun ini sebanyak 69 orang peserta  bisa dibilang pemecah rekor dari tahun sebelumnya. Sebab mereka (Maba) tersebut jumlah yang paling banyak terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa yang belum ikut makrab sebelumnya kata Leprandus miagoni.

Harapan saya semoga melalui kegiatan ini dapat mempersatukan ikatan kekeluargaan antara senior dan junior serta membangung kebersamaan dalam organisasi IPMMO se-Jawa dan Bali, demi tanah kita Papua khususnya intan jaya. “Kita satu sekarang dan selama-lamanya".

Sementara itu, Bendahara  Melianus janamba mengatakan ucapan terima kasih kepada Badan Pengurus Harian (BPH)serta seluruh anggota IPMMO korwil Jakarta yang mana telah memberikan kepercayaan untuk menyukseskan kegiatan ini.

Kemudian sambutan dari ketua BPH pusat IPMMO se-Jawa dan Bali diwakili oleh sekretaris kayus selegani ,juga ucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana makrab IPMMO SE-JAWA DAN BALI tTahun 2022/2023, puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas kasih dan rahmat-Nya sehingga kegiatan makrab IPMMO se-jawa dan Bali ini dari awal, pertengahan sampai akhir bisa jalan dengan baik dan sukses.

“Kemudian, kata  selegani saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih lagi kepada panitia pelaksana. Sebab Makrab IPMMO se-jawa dan Bali dan ketua koordinator wilayah Jakarta beserta seluruh anggota IPMMO Jakarta tahun bimbingan 2022/2023 bisa menyukseskan kegiatan ini, walaupun Indonesia pada umumnya dunia berhati-hati dengan wabah covid-19 menyebar sampai saat ini juga namun kegiatan kita semua jalan dengan baik sampai akhir.

Saya sangat apresiasi kepada panitia pelaksana makrab IPMMO se-Jawa dan Bali karena dalam situasi wabah covid 19 Ini panitia Makrab beserta seluruh anggota IPMMO beserta koordinator wilayah Jakarta mampu sukseskan kegiatan yang sangat besar sehingga kegiatan ini bisa berjalan baik tanpa ada kendala apapun. Dan tidak lupa lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh badan pengurus IPMMO koordinator 4 wilayah:

1.jawa Timur

2.jogja -solo

3.semarang -salatiga

4.Bandung. 

5.Jakarta,selaku panitia pelaksana Makrab.

beserta senioritas dan selaruh anggota IPMMO se-jawa dan bali yang selalu mendukung dan memotivasi agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun.

“Saya selaku perkawilan badan pengurus harian pusat ( BPH) sangat bangga terhadap panitia pelaksana sehingga kegiatan selama 3 (Kamis,Jumat,dan Sabtu) hari ini bisa berjalan baik tanpa ada halangan apapun,”

Pesan dari saya untuk kita semua bahwa, kegiatan organisasi seperti ini tidak bisa kita sukseskan kalau tanpa ada kerjasama antara panitia pelaksana beserta seluruh senioritas seluruh 5 ketua korwil dan seluruh anggota IPMMO se-Jawa dan Bali, maka kegiatan sebesar apapun bisa kami sukseskan dengan baik, kata selegani

Kesan pesan dari peserta mahasiswa baru(Maba)Jolbeham Maizeni. 

Semoga semua yang telah kami terima menjadi pelajaran dan motivasi kedepan, untuk itu saya mewakili teman-teman makrab angkatan 2022/2023mengucapkan banyak terima kasih kepada badan pengurus harian (BPH) IPMMO dan ketua Makrabnya yang mana memotivasi untuk kedepan, semuanya itu yang punya segala-Nya yang akan membalas.



Friday, 9 September 2022

Menemukan Kapatitas Sebagai Kekuatan dirimu Yang sesunggunya

 

“Kekuatan tidak berasal dari kapasitas fisik. Kekuatan berasal dari kemauan yang gigih” Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Karena saat kita kaya bukan berarti kita bisa mengaku bahwa hati nurani kita benar tanpa menjalani disiplin apapun sehingga banyak ketidakjujuran terjadi di dunia yang membingungkan ini.

Suka cita terletak pada perjuangan, usaha, termasuk dalam penderitaan, bukan pada kemerdekaan itu sendiri.

Kebebasan individu dan kesaling-tergantungan keduanya penting dalam hidup bermasyarakat.

Adalah martabat manusia kehilangan kepribadiannya dan menjadi tidak lebih daripada sebuah roda gigi pada mesin. Satu-satunya penguasa yang saya akui di dunia ini adalah ‘suara hening kecil’ di dalam hati.

Semuanya berjalan baik meskipun segala sesuatu tampaknya salah sama sekali jika anda jujur terhadap anda sendiri. Sebaliknya, semuanya tidak baik bagi anda walaupun segala sesuatu kelihatan benar, anda tidak jujur terhadap anda sendiri.

Bukankah sejarah dunia menunjukkan bahwa tidak ada romantika kehidupan jika tidak ada resiko? ”

Sasaran pernah menjauh dari kita. Semakin besar kemajuan, semakin besar pengakuan atas ketidaklayakan kita. Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha penuh adalah kemenangan penuh.

Lanjut, oleh sebab itu, jalanilah narar kata hati anda yang  otentik, karena disitulah kamu akan menemukan keperibadian murni andah dan cinta sejati ada, meskipun ujung-ujungnya terkadang mengkawatrikan hasil usaha yang andah jeri-upayakan.

Karena, dunia ini kita tidak mengharapkan hasil usaha yang kita capai, tetapi bagimana cara kita menghadapi zona dimana tantangan ini menghadapi didepan mata kita dan meresponi dengan hati narar kita yang sesunggunya.

Penutup, kekuatan kepiribadian kita yang sesunggunya ialah bukan body fisik, bukan juga kesehatan yang baik. namun, kekuatan yang sesunggunya adalah mengikuti alur kata hati nurani kita dan bahwa sadar hati kita dengan sesunggunya disitulah kita akan menemukan kekuatan keperibading kita yang sesunggunya.

salam waras 

Ikuti Alur kata hati adalah kekuatan ada yang sebenarnya.


Monday, 27 June 2022

Dokumeter Kegiatan Rapat Kerja RAKER IPMANAPADODE Surabaya 25/06/2022



IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA
NABIRE PANIAI DOGIYAI DEIYAI (IPMANAPADODE KOTA STUDI
SURABAYA TAHUN 2022/223

meluncurkan Melaluhi_Suara-kawasan-kehijauwan.com.

Berhubungan dengan slider photo dibahwa ini adalah delar pada tangal 26 juni 2022 di surabaya ikatan pelajar dan mahasiswa kab. nabire, paniai, dogiyai dan deiyai (ipmanapadode surabaya maksud dengan kegiatan ini adalah rapat kerja (RAKER) Dengan maksud ialah kelancaran kegiatan berorganisasi untuk mempersentasekan program kerja dari setiap biro yang diselengarakan oleh bandan pengurus inti ipmanapadide kota studi surabaya itu sendiri.

Setiap biro itu terdiri dari:

1.       Biro pendiddikan
2.       Biro kerohanian
3.       Biro seni dan budaya
4.       Biro minat dan makat
5.       Biro pubdekdok
6.       Birokesehatan
7.       Humas

Sesuai dengan AD/ART semua biro adalah 12 biro, namun badan pengurus inti ambil hanya 7(tujuh) biro saja sesui dengan kebutuhan organisasi itu sendiri. Karena kebutuhan keadaan dan saat ini yang butuh adalah ke 7 biro itu yang akan bergerak di program organisasi ipmanapadode surabaya masa bakti 2022—2024 sekian dan terimakasih atas kunjungannya, kiranya tuhan yesus kristus memberkati

koyao, koha amakanieoo


Friday, 22 April 2022

Jangan Terlena "Kau Papua", Bangsamu Sedang Mati!

 

Oleh: Willy Sardi

Saya sebagai orang Melayu, yg lahir di Jakarta,  yg mempelajari ilmu-ilmu sosial dan belum lama tinggal di Papua ini sedang melihat kamu terlena tetapi sesungguhnya  kamu sedang mati, bangsa kamu akan segera tinggal cerita.  


Karena itu,  saya hanya mau memberitahukan tanda2 kematian masa depan anda secara pribadi dan bangsamu di masa depan.  Saya cukup beritahu dan anda sendirilah cari solusinya, apa solusi yg tepat atas kondisimu,  kondisi bangsamu. 


Berikut tanda-tanda kamu orang Papua dan bangsamu akan tinggal cerita segera: 


Pertama, kalian,  orang Papua kini punya satu musim baru. Musim yang tak banyak saya jumpai di Jawa, bahkan dalam buku sejarah.  Bukan hanya musim matoa,  musim kemarau atau musim mangga,  musim muntaber untuk anak-anak kalian. Tapi,  musim baru kalian adalah musim kematian tiba-tiba. Hari-hari ini,  tidak hanya pimpinan gereja kalian saja yang mati tiba-tiba tetapi lihatlah di sekeliling anda,  banyak orang Papua mati tiba-tiba.  


Tidak ada yang tahu pasti penyebab musim baru itu.  Mereka mati misterius. 


Kedua,  ini lanjutan dari yang nomor satu di atas.  Kalian orang Papua kini punya satu penyakit baru yang belum banyak dijumpai di dunia kedokteran modern.  Penyakit itu ialah penyakit "jatuh". Para pemimpin gereja kalian mati karena penyakit "jatuh". Ini penyakit berbahaya. 

 

Coba kalian,  orang Papua renungkan,  Pastor Nato Gobay, jatuh tiba-tiba di kamar mandi dan meninggal. Itu setelah 30 menit sebelumnya memimpin ibadah di salah satu gereja katolik di Nabire sana. 


Pastor Yulianus Mote, dikabarkan jatuh pingsang tiba-tiba di bandar udara wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena. Ia berobat ttp tdk tertolong dan meninggal. 


Pastor Neles Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di salah satu kampus calon imam di Jayapura. Ia berobat dan tdk tertolong dan kemudian meninggal.


Kemudian, Uskup Timika,  Mgr. John Philip Saklil jatuh di halaman rumah uskup dan meningal. Ia meninggal setelah sebelumnya memimpin misa.  


Kalian,  orang Papua tahu bahwa mereka jatuh karena mereka ini pimpinan umat dan informasinya disebarkan. Coba cari tahu dan hitung sekeling anda,  berapa orang lain lagi yang mati dengan model ini.  Banyak.  


Ketiga, para pimpinan kalian mati misterius. Dalam sejarah yang saya pelajari, kematian pemimpin adalah pukulan telak,  ia adalah kematian sebuah komunitas,  kematian bangsa. Kematian pemimpin adalah duka panjang, bukan karena semata2 kehilangan fisik tetapi ia membawa pergi ide,  gagasan,  semangat, dan visi. 


Mereka yang meninggal saat2 ini adalah pemimpin gereja. Banyak pemimpin kalian di birokrasi dan politik juga mati misterius, ada yang pelan2, ada yang mati seketika.  Kalian tahu,  Arnold Ap,  Theys,  Gubernur Salosa, Wospakrik,  Agus Alua,  dan anda pasti tahu yang lain. Yang wajar adalah meninggal normal karena sakit atau sudah umur tua.  


Anda pasti tahu yg mati berlumuran darah, pasti banyak.  Ini yg misterius.. 


Keempat, kalian banyak doktor dan master. Sarjana berlimpah. Ada tamatan luar negeri,  ada tamatan dalam negeri dan ada yg tamat di tengah realitas yang membunuh kalian di Papua.  


Tp,  kalian diam atas masalah2 bangsamu yang sudah stadium empat ini,  jika itu adalah penyakit.. 


Gelar kalian hanya di atas kertas,  tak bisa buat apa2 untuk tanah airmu. Anda hanya urus perutmu,  anda hanya urus jabatanmu,  anda terhanyut dalam rutinitasmu dan tepuk dada, bangga dgn gelarmu.  


Anda tidak menulis, anda tidak buat kajian,  anda tidak berjuang, anda jijik berada di jalanan untuk melawan,  anda tidak menjadi diplomat,  anda tidak urus tanah adatmu,  anda tidak mendidik kaummu. 


Itu artinya,  anda memang ingin membiarkan bangsmu mati atau gelarmu hanya di atas kertas dan tidak belajar sungguh2 untk mengerti realitasmu.  


Apakah anda sengaja ataupun tidak paham, yang jelas, saya mau memberitahu bahwa,  ketika orang sekolah (doktor,  master,  dan sarjana) diam membisu maka itu tandanya bangsa itu sedang mati pelan-pelan.  Matinya aktivitas intelektual adalah matinya sebuah bangsa.  


Kelima, orang Papua lupa budaya. Budaya bukan sekedar pakaian adat,  tapi keseluruhan tatanan  kehidupan: religi, sistem politik,  mata pencaharian,  kesenian,  peralatan,  bahasa,  sistem dan pengetahuan. 


Kalian gemgang erat2 segala yang baru datang.  Lalu,  kalian lupa diri dan terlena dan mereka ambil apa yang kalian tinggalkan.


Jangankan budaya,  anda tinggalkan mamamu sendiri,  anda pergi kawin dengan yang putih. Yang putih dan semua yang datang dari luar lebih baik.  Itu cara anda membunuh mamamu,  budayamu dan masa depan bangsamu secara pelan tapi pasti. 


Keenam, kalian pemalas dan hidup dari belas kasihan dan judi.  Kalian, orang Papua itu saya amati pemalas,  duduk saja,  cerita-cerita saja,  habiskan waktu. Jalan minta sana minta sini sama saudara lain, harap sana harap sini. Setelah dapat uang habiskan saat itu juga,  sisanya main judi,  togel. Uang habis jalan minta  lg ke saudara padahal sudah sarjana, padahal sehat dan badan kuat,  padahal hutanmu luas, tanahmu subur.  


Satu pemuda bisa habiskan uang 3 atau 4 juta dalam satu bulan. Uang itu dapat dari mana, sedangkan ia tidak punya pekerjaan,  tidak punya kebun,  tidak punya ternak? Jawabannya adalah ia dapat dari belas kasihan orang lain dan judi. 


Saya ketemu dua pemuda di Kantor Gubernur. Tas mereka berisi. Saya ajak cerita, apa yang mereka isi dan apa kerja mereka.  Yang mereka isi adalah proposal dan buku togel. Mereka begitu polos,  saya amati mereka keliling jual2 proposal dari satu ruangan ke ruangan lain di kantor gubernur. Mereka tidak bekerja, satu orang sarjana dan satunya lagi pemuda.  


Satu kesempatan,  saya dengan beberapa teman kami kerja borongan di tanah Hitam. Kami pendatang dua orang dan mereka anak Papua tiga orang. Kami dibayar masing2 orang Rp. 4.700.000. Satu minggu kemudian,  saya tanya, masih adakah yang itu?  Uang mereka sudah habis.  Satu orang beralasan,  uang itu bayar spp adiknya. Satu lagi,  bagi-bagi dengan keluarga.  Satu lagi yang parah,  ia mengesal karena uang itu habis minum dan main togel. 


Tidak banyak orang Papua yang saya jumpai hargai proses dan tekun serta hemat. Sebagian hanya mau cepat jadi dan kejar yang besar,  tidak ada usaha2 kecil,  kecuali mama2 yang jualan. Anak muda takut jualan,  jaga gengsi,  jalan rapi2 tapi dompet kosong. 


Ketujuh, perempuan muda Papua hancur.  Sore-sore,  apalagi malam minggu kota Jayapura penuh gadis2 belia Papua bercelana mini. Mulut penuh pinang dan rokok di tangan.  


Mereka berkelompok hingga larut malam. Mereka buat apa?  Mereka menunggu bookingan dari siapa saja yg mau ajak jalan,  sekedar minuman keras atau seks dengan bayar murah.  Yang penting dapat uang,  entah 100 rb. Ada yang anak sekolh dan ada yg sdh tdk sekolah. Saya ajak ngobrol,  mereka cerita d rumah tdk ada makanan dan cari uang sekolah.  


Jika perempuan hancur,  bagaimana mereka akan menikah,  mengandung, melahirkan anak yg sehat dan mendidiknya menjadi besar untuk gantikan pemimpin kalian yg sudah banyak mati.  Bagaimana mereka akan urus suami jika sdh hancur begini.  Perempuan kuat, bangsa kuat.


Kedelapan,  orang tua malas tahu dgn pendidikan anak. Tidak ada budaya belajar di rumah. Beberapa rumah di teman2 Papua tdk ada meja belajar untuk anak mereka.  Satu kamar, anaknya dengan dua tiga orang tamu dr saudara lain. Sore hari anak2 tdk ada kebiasaan belajar di beberapa rumah yang saya kunjungi.  Makan mlm larut malam sekali,  ada yang jam 9,  anak yg paling kecil sdh tdr. Ayah dan ibu,  punya urusan masing2, tdk dampingi anak belajar.  


Pada pagi hari,  saya perhatikan di jalanan,  tidak banyak orang Papua yg antar anak ke sekolah. Padahal di rumah ada mobil dan motor.  Ada satu pejabat punya mobil dua dan motor ada satu di rumah tp pgi hari dia bagi uang sama anaknya.  Dia tdk antar, anak jalan sendiri,  naik ojek. Ini bukan soal kasih uang tp ini soal bagaimana bentuk kasih sayang orang tua. Pendatang juga punya uang tp mereka antar anak mereka, lihat di lampu merah pagi hari.  Bicara tuan tanah tp tidak urus pendidikan anak baik2, bagaimana mau jd tuan rumah. 


Kesembilan,  kakak saya kenal banyak orang Papua yang menyebut diri pengusaha tapi setelah saya tanya pengusaha itu artinya punya CV dan PT. Mereka jalan cari proyek di dinas2, setelah dapat, kerja selesai dan uang habis.  Tdk ada yang buat unit usaha yang profit atau datangkan uang. Ini beda dgn pendatang.  


Kesepuluh, jual tanah. Orang Papua jual tanah kepada kami. Kalian tdk kontrakkan. Padahal kalian punya anak banyak.  Anak2 kamu akan ke manakan kalau sdh kami kuasai semua.  


Kesebelas,  sekolah pinggiran dan kampus dan jurusan yang bisa cepat jadi sarjana. Tidak banyak anak2 Papua yg masuk di sekolah bermutu. Anak2 Papua banyak saya jumpai di sekolah2 pinggiran, sekolah yg dpat nilai gampangan dan masuk diperguruan tinggi yg biasa2 pada jurusan2 sosial semua.  Jadi,  orientasi mencari nilai dan ijazah,  tidak cari kemampuan otak dan keterampikan untuk hidup kalian. 


Keduabelas,  kampus2 sepi dengan mimbar akademik. Tdk banyak kampus di Papua yg lakukan seminar2 atau aktivitas lain.  Para dosen juga tdk banyak yg menulis karya ilmiah yang terkait dgn bidang ilmu atas kondisi rill di Papua.  


Ketigabelas,  ruang ekspresi disumbat.  Saya lihat hal berbeda di Papua dgn di Jawa. Di sini,  orang tdk boleh demo,  langsung ditangkap atau dibubarkan dititik aksi. 


Ketigabelas,  saya tidak jumpa wartawan luar negeri di Papua.  Media2 di Papua saya tidak temukan bikin liputan yang berkualitas.  Saya menyebut majalah dinding sekolah/pemerintah.  


Keempatbelas,  yang jual ikan kebanyakan bukan orang Papua,  yg jual hasil kebun kebanyakan bukan orang Papua, yang tambang rakyat jg bukan orang Papua,  yang jual pinang juga sekarang bukan orang Papua,  apalagi kios atau toko.  


Kelimabelas,  petinggi Papua di Jayapura kebanyakan hanya bicara2 saja di media,  tidak banyak aksi nyata.  Tidak ada kepercayaan diri juga padahal papua itu kaya dan punya posisi tawar dgn Jakarta yg sangat tinggi. 


Keenambelas,  birokrasi dan parlemen sdh dikuasai oleh kami.  


Ketujuhbelas,  orang Papua terlalu dewakan kami pendatang. Dewa jadi diberi apa pun,  harga dirinya pun kalian berikan, kamu  beri marga dan  angkat jadikan kepala suku,  nobatkan jd anak anaklah. Lalu,  di mana posisi kalian orang Papua di sana.  Kalian itu sebenarnya sedang bimbang. 


Kedelapan belas,  kalian orang Papua itu mudah dibeli dan tidak bisa bersatu dan mudah diprovokasi,  mudah dikotak2an dengan istilah gunung dan pantai sehingga kalian terhanyut dalam adu domba,  lupa daratan tanah besar Papua bahwa kalian adalah tuan tanah.  


Kesembilan belas,  kalian panas-panas tai ayam dan makan mentah ajaran kasih. Tuhan musnahkan musuh Israel di laut merah.  


Kalian tambah2 sendiri.  Ada banyak tanda kalian ini sesungguhnya akan segera tiada.  Pikirkan dan renungkanlah sodara.  


Dari sodara kalian,  Willy Sardi Jayapura.

Tuesday, 12 April 2022

TIDAK PUAS AKAN MENCARI SESUATU

 

Dok di Warkop 

Orang Genius  Mereka Tidak Pedudi Dengan Masalah Apapun Yang Mereka Alami Asalkan Apa-Adanya Mereka Selaluh Focus Pada Tujuan Yang Mereka Menekunkan Untuk Mencapai Mimpi Yang Mereka Belum Perna Bayangkan.

Orang genius adalah orang-orang yang tidak perna merasakan cukup dan tidak perna merasakan saya ini “palin tahu” dari antara orang-orang yang ada sekitarnya; mereka selaluh mencari dan mencobah setiap saat, baik  waktu tidak mendukun secara financial maupun malah lainnya. Dan mereka adalah orang yang selaluh mencari pengetahuan baru (hasrat) yang tinggi, dalam hal ini dunia pendidikan mapun perjuangan lain; mereka adalah selaluh membenahi masalah apapun yang mereka hadapi.

Orang jenius selaluh muncul seperti 2 (dua) pertanyaan besar ini kepada diri bahwa “1. who I am?, 2. I’m not enough?” (who I am) adalah mereka secara sadar bahwa mereka Tanya pekada diri; karna mereka buka gila tetapi mereka Tanya kepada diri mereka dan Tanya kepada sekitar mereka, karna mereka ada dan dunia mereka ada itu apaka takdir saja atau sesuatu yang menopan dibalik itu. Dan mereka jenius dalam hal kecil apapun. (I am not enough) adalah mereka yang tidak puas akan mencari sesuatu karna sesuatu yang kita serap oleh 5 panca indra manusia ini bukan begitu saja, tetapi dibalik semua itu ada yang sumber utamanya.

Itu adalah cara berfikir dan perilaku orang jenius

 

SALAM LITERASI

 

LOVE BOPINI

 

 

 

 

 


Hosea dan Cinta Penebus: Kisah Dibalik Kesetiaan

 



Berdasarkan novel laris karya Francine Rivers, 

REDEEMING LOVE adalah kisah cinta dan ketekunan yang kuat saat hubungan pasangan muda berbenturan dengan kenyataan pahit Demam Emas California tahun 1850. Kisah ini terinspirasi oleh Kitab Hosea, dan pusatnya Temanya adalah kasih penebusan Allah terhadap orang berdosa. Cerita berpusat pada Angel (Abigail Cowen), yang dijual ke prostitusi sebagai seorang anak. Dia telah bertahan melalui kebencian dan kebencian diri, sampai dia bertemu Michael Hosea (Tom Lewis) dan menemukan tidak ada kehancuran yang tidak bisa disembuhkan oleh cinta. Kisah ini mencerminkan kekuatan penebusan cinta tanpa syarat dan pengorbanan dengan karakter dan keadaan yang relevan dengan dunia kontemporer.

Bagaimana Hosea mirip dengan cerita fiksi dalam film ini?

Latar Belakang Hosea

Kisah Alkitab Hosea terjadi sebelum Suku Utara Israel ditawan. Allah memilih untuk mengasihi Israel. Dia membuat janji-janji perjanjian kepada mereka dalam perjanjian-perjanjian awal Perjanjian Lama. Meskipun di seluruh Perjanjian Lama Israel sering berputar bolak-balik antara kesetiaan dan ketidaksetiaan kepada Tuhan, Tuhan tidak pernah mengabaikannya. Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berakhir dan tidak pernah lelah kepada Israel dikenal dalam Perjanjian Lama sebagai hesed-Nya. Kata ini mengacu pada kesetiaan perjanjian Allah.

Suku Utara Israel memilih untuk tidak setia kepada Tuhan. Seperti yang mereka lakukan, Tuhan menggunakan para nabi untuk memanggil mereka kembali kepada pertobatan. Sebagai seorang nabi, Hosea melayani Suku Utara bersama nabi Amos, serta sezaman dengan Yesaya. Tujuan Hosea adalah untuk memanggil Israel kembali kepada pertobatan dan hidup setia bersama Tuhan.

Tuhan berkata kepada Israel:

“Aku akan menjodohkanmu dengan-Ku selamanya;

Ya, Aku akan menjodohkanmu dengan-Ku

Dalam kebenaran dan keadilan,

Dalam cinta kasih [hesed] dan belas kasihan;

Aku akan menjodohkanmu dengan-Ku dalam kesetiaan,

Dan kamu akan mengenal Tuhan. (Hosea 2:19-20)

Saat memanggil Israel kembali kepada Tuhan, Hosea membagikan dorongan dari Tuhan kepada mereka:

Taburlah untuk dirimu sendiri kebenaran;

Menuai dalam belas kasihan; [hesed]

Hancurkan tanah kosong Anda,

Karena sudah waktunya untuk mencari Tuhan,

Sampai Dia datang dan menghujanimu dengan kebenaran. (Hosea 10:12)

Allah mengundang Israel untuk bertobat. Dia mengundangnya untuk kembali kepada-Nya. Dia menjelaskan bahwa dia akan menuai kesetiaan perjanjian-Nya. Atau, dengan kata lain, dia akan mengalami kasih perjanjian-Nya.

Hosea, Gomer, Pelacuran, Cinta, dan Kesetiaan

Sebagai gambaran hidup dari kesetiaan perjanjian Tuhan kepada Israel, Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi Gomer, seorang pelacur.

“Pergi, ambil sendiri istri pelacur

Dan anak-anak pelacur,

Karena negeri itu telah melakukan pelacuran besar

Dengan meninggalkan Tuhan.” (Hosea 1:3).

Hosea menikah dengan Gomer. Mereka memiliki tiga anak (laki-laki) bersama.

Gomer meninggalkan Hosea. Dia kembali ke prostitusi.

Tuhan menyuruh Hosea untuk mengejarnya lagi. Bahkan, dia membelinya kembali dari prostitusi. Perhatikan apa yang Hosea tulis:

Kemudian Tuhan berkata kepadaku, “Pergilah lagi, cintailah seorang wanita yang dicintai oleh seorang kekasih dan berzinah, seperti cinta Tuhan kepada anak-anak Israel, yang memandang kepada allah lain dan menyukai kue kismis dari kafir.”

Jadi aku membelinya untuk diriku sendiri seharga lima belas syikal perak, dan satu setengah homer jelai. Dan saya berkata kepadanya, “Kamu akan tinggal bersamaku selama beberapa hari; kamu tidak akan berperan sebagai pelacur, kamu juga tidak akan memiliki seorang pria — demikian juga, aku akan mendekatimu.” (Hosea 3:1-3)

Hosea membelikannya dengan perak dan jelai. Dia membawanya masuk dan berkomitmen untuk mencintainya dengan setia selama beberapa hari seperti yang akan dia lakukan untuknya.

Gambaran indah dari kasih penebusan Hosea ini menggambarkan kasih penebusan Allah, kesetiaan perjanjian-Nya. Hosea melanjutkan:

Karena anak-anak Israel akan tinggal berhari-hari tanpa raja atau pangeran, tanpa pengorbanan atau pilar suci, tanpa efod atau terafim. Setelah itu orang Israel akan kembali dan mencari Tuhan Allah mereka dan Daud raja mereka. Mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya di akhir zaman. (Hosea 3:4-5)

Sama seperti Hosea mengambil kembali Gomer, Tuhan berjanji untuk mengambil kembali Israel juga. Untuk menjamin hal ini, pada akhirnya Yesus membayar dengan tubuh dan darah-Nya saat Dia mati di kayu salib untuk menjamin pengampunan orang berdosa dengan cinta penebusan.

Hosea adalah gambaran Allah yang setia pada perjanjian melalui Yesus Kristus.

Komitmen Hosea pada perjanjian pernikahannya menunjukkan kesetiaan Allah pada perjanjian-Nya dengan Israel. Lebih besar dari sekedar perjanjian-Nya dengan Israel, sebagai bagian dari karakter-Nya, Tuhan hanya setia pada perjanjian.

Ini adalah berita bagus bagi kami. Izinkan saya menyarankan tiga implikasi:

Pertama, Tuhan tidak pernah melanggar perjanjian.

Kasih Tuhan tidak pernah berakhir. Bahkan ketika Anda tidak setia kepada Tuhan, Dia tidak pernah tidak setia kepada Anda. Sebagaimana dibuktikan dalam cinta dan komitmen Hosea untuk Gomer dan cinta Tuhan untuk Israel, Tuhan tidak melanggar perjanjian. Elemen penting dari kasih Allah adalah kesetiaan perjanjian-Nya. Tuhan berjanji untuk membawa mereka yang memiliki hubungan pribadi dengan-Nya ke surga karena kasih-Nya tidak pernah gagal.


Tuesday, 5 April 2022

HALO MAHASISWA PAPUA

 

Oleh: Oskar H.Gie

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, katanya biar jadi manusia dan membangun masa depan tanah Papua.

Tetapi nyatanya tanah Papua masih di jajah oleh sistem

Kapitalis dan dusta Kolonialis, serta kekerasan manusia oleh pendekatan aparat TNI/POLRI.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi buta poltik. Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi bahas persatuan saja malah masih terjebak dengan isme-isme

Pangguyuban hanya karna administrasi dana beasiswa atau bantuan pendidikan dari OTSUS kabupaten.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi hanya mau jadi PNS, Pejabat Daerah, dan penjilat penguasa. Karna kuliah tapi tidak merdeka secara ideologl, jadi masih ditindas mental penjajah.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi ujung-ujungnya jadi pengangguran karena tidak punya skill dan tidak

ada lapangan pekerjaan dari pemerintah Papua untuk Orang AsI Papua. Apa lagi setiap sektoral ekonomi dan

politik malah dikuasai oleh orang non Papua.

Banyak Mahasiswa Papua yang kuliah, tapi hanya sibuk urus pacar, jalan-jalan, dan ada yang kaku idealismenya

karena terjebak organisasi-organisasi yang jauh dari realita orang Papua itu sendiri.

Jadi Mahasiswa Papua yang kuliah, harus sadar bahwa

kuliah di negeri ini bukan sekedar belajar demi kemajuan dan masa depan Tanah Papua. Tapi harus sadar kalau kita masih di JAJAH oleh Penindasan Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme.

Halo Mahasiswa Papua, mari sadar, BANYAK MEMBACA, banyak diskusi, dan Aksi sesuai tuntunan ideologi Pembebasan bagi masa depan Manusia dan Tanah Papua.


 Oskar H. Gie

Baku Kastau