Tuesday, 1 November 2022
Memandang Jauh ke Masa Lalu
Ada banyak jalan Menuju Puncak
Saat kita terpaksa berhenti dari sesuatu yang kita tekuni, kita sering terguncang. Merasa sesuatu yang penting telah dirampas dari hidup kita. Cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang lain.
Tuesday, 13 September 2022
MAKRAB IPMMO SE-JAWA DAN BALI DI KOTA STUDY JAKARTA Th 2022/2023
![]() |
Villa Lemba Nyiur (Puncak Bogor Jawa Barat) pada 09-11 Septemberber 2022,Malam keakraban atau yang biasa disingkat Makrab adalah sebuah acara khas yang biasa diselenggarakan oleh para generasi muda mulai dari generasi SMA hingga perguruan tinggi. Makrab biasanya diselenggarakan oleh suatu kelas, angkatan, bahkan hingga organisasi intra kampus atau sekolah sekalipun. Acara Makrab lebih cenderung bertujuan untuk mempererat rasa pertemanan dan persaudaraan. Banyak kreasi yang bisa dilakukan dalam suatu acara Makrab bersama teman-temanmu.
Tema: Belajar membentuk kritis, proaktif, berkarakter dan Berintelektual dalam budaya organisasi.
Sub Tema: melalui kegiatan makrab ini, membentuk karakter IPMMO Se-Jawa dan bali yang berjiwa kreatif, inovatif dan daya saing yang mampuh membawa perubahan dalam internal kemahasiswaan Eksternal, Tentunya membanggun Kabupaten Intan Jaya.
Kata panitia pelaksana makrab IPMMO SE-JAWA DAN BALI :
Saya Leprandus Miagoni selaku ketua panitia MAKRAB IPMMO Se-Jawa dan Bali tahun 2022-2023 korwil Jakarta mengucapkan banyak terimakasih Yang tak terhingga kepada Seluruh Panitia Makrab, alumni IPMMO, Senioritas IPMMO, Seluruh Anggota IPMMO serta orang-orang hebat yang mana selalu mengsuport dalam bentuk ide, gagasan, sumbangan fisik dan Sumbangsi dana. kegiatan Makrab Sudah Terlaksanakan dengan lancar, aman, baik di Villa Lemba Nyiur (Puncak Bogor Jawa Barat) pada 09-11 Septemberber 2022.
Semua ini terlaksana oleh karena kerjasma dan kerja keras kita semua. Saya juga mengucapkan banyak terimaksih kepada ke 3 pemateri yaitu :
1. Kakak kaysel selegani selaku sekretaris Bph pusat IPMMO SEJAWA DAN BALI, membawakan tentang
(Sejarah IPMMO)
2. Kakak Yance Emani membawakan tentang (Pengenalan Lingkungan Kampus)
3. Bapak Maksimus Tipagau membawakan tentang (Tegnology & IT bidang wirausahawan)
pemateri yang mana sudah memberikan materi yang luar biasa untuk kami semua pelajari dan maknai bersama-sama. Semoga apa yang dibawahkan dapat bermanfaat bagi Kita semua.
Dan terimakasih kasih juga terutama untuk
Empat koordinator Wilayah yang sudah hadir di Jakarta untuk menyaksikan berjalannya kegiatan ini Makrab Ini
#Savs_IPMMO_JATIM
#Save_IPMMO_Jogja_Solo
#Save_IPMMO_Semarang_salatiga
#Save_IPMMO_BandungRaya
#Save_IPMMO_Jakarta
" IPMMO ADALAH KAMI, KAMI ADALAH IPMMO "
Sayangilah dia
Cintailah dia
Rawatlah dia
Save IPMMO Se-Jawa dan Bali.
Usai pelaksanaan Makrab, Ketua Panitia Leprandus miagoni juga menyambut dengan antusias mengucapkan selamat datang dan bergabung di IPMMO se-Jawa dan Bali sekaligus memberikan sertifikat kepada peserta makrab secara simbolis dengan sah untuk melanjuti impian bersama di tanah rantau.(Jawa).
“Peserta Makrab untuk tahun ini sebanyak 69 orang peserta bisa dibilang pemecah rekor dari tahun sebelumnya. Sebab mereka (Maba) tersebut jumlah yang paling banyak terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa yang belum ikut makrab sebelumnya kata Leprandus miagoni.
Harapan saya semoga melalui kegiatan ini dapat mempersatukan ikatan kekeluargaan antara senior dan junior serta membangung kebersamaan dalam organisasi IPMMO se-Jawa dan Bali, demi tanah kita Papua khususnya intan jaya. “Kita satu sekarang dan selama-lamanya".
Sementara itu, Bendahara Melianus janamba mengatakan ucapan terima kasih kepada Badan Pengurus Harian (BPH)serta seluruh anggota IPMMO korwil Jakarta yang mana telah memberikan kepercayaan untuk menyukseskan kegiatan ini.
Kemudian sambutan dari ketua BPH pusat IPMMO se-Jawa dan Bali diwakili oleh sekretaris kayus selegani ,juga ucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana makrab IPMMO SE-JAWA DAN BALI tTahun 2022/2023, puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas kasih dan rahmat-Nya sehingga kegiatan makrab IPMMO se-jawa dan Bali ini dari awal, pertengahan sampai akhir bisa jalan dengan baik dan sukses.
“Kemudian, kata selegani saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih lagi kepada panitia pelaksana. Sebab Makrab IPMMO se-jawa dan Bali dan ketua koordinator wilayah Jakarta beserta seluruh anggota IPMMO Jakarta tahun bimbingan 2022/2023 bisa menyukseskan kegiatan ini, walaupun Indonesia pada umumnya dunia berhati-hati dengan wabah covid-19 menyebar sampai saat ini juga namun kegiatan kita semua jalan dengan baik sampai akhir.
Saya sangat apresiasi kepada panitia pelaksana makrab IPMMO se-Jawa dan Bali karena dalam situasi wabah covid 19 Ini panitia Makrab beserta seluruh anggota IPMMO beserta koordinator wilayah Jakarta mampu sukseskan kegiatan yang sangat besar sehingga kegiatan ini bisa berjalan baik tanpa ada kendala apapun. Dan tidak lupa lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh badan pengurus IPMMO koordinator 4 wilayah:
1.jawa Timur
2.jogja -solo
3.semarang -salatiga
4.Bandung.
5.Jakarta,selaku panitia pelaksana Makrab.
beserta senioritas dan selaruh anggota IPMMO se-jawa dan bali yang selalu mendukung dan memotivasi agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun.
“Saya selaku perkawilan badan pengurus harian pusat ( BPH) sangat bangga terhadap panitia pelaksana sehingga kegiatan selama 3 (Kamis,Jumat,dan Sabtu) hari ini bisa berjalan baik tanpa ada halangan apapun,”
Pesan dari saya untuk kita semua bahwa, kegiatan organisasi seperti ini tidak bisa kita sukseskan kalau tanpa ada kerjasama antara panitia pelaksana beserta seluruh senioritas seluruh 5 ketua korwil dan seluruh anggota IPMMO se-Jawa dan Bali, maka kegiatan sebesar apapun bisa kami sukseskan dengan baik, kata selegani
Kesan pesan dari peserta mahasiswa baru(Maba)Jolbeham Maizeni.
Semoga semua yang telah kami terima menjadi pelajaran dan motivasi kedepan, untuk itu saya mewakili teman-teman makrab angkatan 2022/2023mengucapkan banyak terima kasih kepada badan pengurus harian (BPH) IPMMO dan ketua Makrabnya yang mana memotivasi untuk kedepan, semuanya itu yang punya segala-Nya yang akan membalas.
Friday, 9 September 2022
Menemukan Kapatitas Sebagai Kekuatan dirimu Yang sesunggunya
“Kekuatan tidak berasal dari kapasitas fisik. Kekuatan berasal dari kemauan yang gigih” Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
Karena saat kita kaya bukan berarti kita bisa mengaku bahwa hati nurani kita benar tanpa menjalani disiplin apapun sehingga banyak ketidakjujuran terjadi di dunia yang membingungkan ini.
Suka cita terletak pada perjuangan, usaha, termasuk dalam penderitaan, bukan pada kemerdekaan itu sendiri.
Kebebasan individu dan kesaling-tergantungan keduanya penting dalam hidup bermasyarakat.
Adalah martabat manusia kehilangan kepribadiannya dan menjadi tidak lebih daripada sebuah roda gigi pada mesin. Satu-satunya penguasa yang saya akui di dunia ini adalah ‘suara hening kecil’ di dalam hati.
Semuanya berjalan baik meskipun segala sesuatu tampaknya salah sama sekali jika anda jujur terhadap anda sendiri. Sebaliknya, semuanya tidak baik bagi anda walaupun segala sesuatu kelihatan benar, anda tidak jujur terhadap anda sendiri.
Bukankah sejarah dunia menunjukkan bahwa tidak ada romantika kehidupan jika tidak ada resiko? ”
Sasaran pernah menjauh dari kita. Semakin besar kemajuan, semakin besar pengakuan atas ketidaklayakan kita. Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha penuh adalah kemenangan penuh.
Lanjut, oleh sebab itu, jalanilah narar kata hati anda yang otentik, karena disitulah kamu akan menemukan keperibadian murni andah dan cinta sejati ada, meskipun ujung-ujungnya terkadang mengkawatrikan hasil usaha yang andah jeri-upayakan.
Karena, dunia ini kita tidak mengharapkan hasil usaha yang kita capai, tetapi bagimana cara kita menghadapi zona dimana tantangan ini menghadapi didepan mata kita dan meresponi dengan hati narar kita yang sesunggunya.
Penutup, kekuatan kepiribadian kita yang sesunggunya ialah bukan body fisik, bukan juga kesehatan yang baik. namun, kekuatan yang sesunggunya adalah mengikuti alur kata hati nurani kita dan bahwa sadar hati kita dengan sesunggunya disitulah kita akan menemukan kekuatan keperibading kita yang sesunggunya.
salam waras
Ikuti Alur kata hati adalah kekuatan ada yang sebenarnya.
Monday, 27 June 2022
Dokumeter Kegiatan Rapat Kerja RAKER IPMANAPADODE Surabaya 25/06/2022
IKATAN
PELAJAR DAN MAHASISWANABIRE
PANIAI DOGIYAI DEIYAI (IPMANAPADODE KOTA STUDI SURABAYA TAHUN
2022/223
meluncurkan Melaluhi_Suara-kawasan-kehijauwan.com.
Berhubungan dengan slider photo dibahwa ini adalah delar pada tangal 26
juni 2022 di surabaya ikatan pelajar dan mahasiswa kab. nabire, paniai, dogiyai
dan deiyai (ipmanapadode surabaya maksud dengan kegiatan ini adalah rapat kerja
(RAKER) Dengan maksud ialah kelancaran kegiatan berorganisasi untuk
mempersentasekan program kerja dari setiap biro yang diselengarakan oleh bandan
pengurus inti ipmanapadide kota studi surabaya itu sendiri.
Setiap biro itu terdiri dari:
1. Biro pendiddikan2. Biro kerohanian
3. Biro seni dan budaya
4. Biro minat dan makat
5. Biro pubdekdok
6. Birokesehatan
7. Humas
Sesuai dengan AD/ART semua biro adalah 12 biro, namun badan pengurus
inti ambil hanya 7(tujuh) biro saja sesui dengan kebutuhan organisasi itu
sendiri. Karena kebutuhan keadaan dan saat ini yang butuh adalah ke 7 biro itu
yang akan bergerak di program organisasi ipmanapadode surabaya masa bakti 2022—2024
sekian dan terimakasih atas kunjungannya, kiranya tuhan yesus kristus
memberkati
koyao, koha amakanieoo
Friday, 22 April 2022
Jangan Terlena "Kau Papua", Bangsamu Sedang Mati!
Oleh: Willy Sardi
Saya sebagai orang Melayu, yg lahir di Jakarta, yg mempelajari ilmu-ilmu sosial dan belum lama tinggal di Papua ini sedang melihat kamu terlena tetapi sesungguhnya kamu sedang mati, bangsa kamu akan segera tinggal cerita.
Karena itu, saya hanya mau memberitahukan tanda2 kematian masa depan anda secara pribadi dan bangsamu di masa depan. Saya cukup beritahu dan anda sendirilah cari solusinya, apa solusi yg tepat atas kondisimu, kondisi bangsamu.
Berikut tanda-tanda kamu orang Papua dan bangsamu akan tinggal cerita segera:
Pertama, kalian, orang Papua kini punya satu musim baru. Musim yang tak banyak saya jumpai di Jawa, bahkan dalam buku sejarah. Bukan hanya musim matoa, musim kemarau atau musim mangga, musim muntaber untuk anak-anak kalian. Tapi, musim baru kalian adalah musim kematian tiba-tiba. Hari-hari ini, tidak hanya pimpinan gereja kalian saja yang mati tiba-tiba tetapi lihatlah di sekeliling anda, banyak orang Papua mati tiba-tiba.
Tidak ada yang tahu pasti penyebab musim baru itu. Mereka mati misterius.
Kedua, ini lanjutan dari yang nomor satu di atas. Kalian orang Papua kini punya satu penyakit baru yang belum banyak dijumpai di dunia kedokteran modern. Penyakit itu ialah penyakit "jatuh". Para pemimpin gereja kalian mati karena penyakit "jatuh". Ini penyakit berbahaya.
Coba kalian, orang Papua renungkan, Pastor Nato Gobay, jatuh tiba-tiba di kamar mandi dan meninggal. Itu setelah 30 menit sebelumnya memimpin ibadah di salah satu gereja katolik di Nabire sana.
Pastor Yulianus Mote, dikabarkan jatuh pingsang tiba-tiba di bandar udara wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena. Ia berobat ttp tdk tertolong dan meninggal.
Pastor Neles Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di salah satu kampus calon imam di Jayapura. Ia berobat dan tdk tertolong dan kemudian meninggal.
Kemudian, Uskup Timika, Mgr. John Philip Saklil jatuh di halaman rumah uskup dan meningal. Ia meninggal setelah sebelumnya memimpin misa.
Kalian, orang Papua tahu bahwa mereka jatuh karena mereka ini pimpinan umat dan informasinya disebarkan. Coba cari tahu dan hitung sekeling anda, berapa orang lain lagi yang mati dengan model ini. Banyak.
Ketiga, para pimpinan kalian mati misterius. Dalam sejarah yang saya pelajari, kematian pemimpin adalah pukulan telak, ia adalah kematian sebuah komunitas, kematian bangsa. Kematian pemimpin adalah duka panjang, bukan karena semata2 kehilangan fisik tetapi ia membawa pergi ide, gagasan, semangat, dan visi.
Mereka yang meninggal saat2 ini adalah pemimpin gereja. Banyak pemimpin kalian di birokrasi dan politik juga mati misterius, ada yang pelan2, ada yang mati seketika. Kalian tahu, Arnold Ap, Theys, Gubernur Salosa, Wospakrik, Agus Alua, dan anda pasti tahu yang lain. Yang wajar adalah meninggal normal karena sakit atau sudah umur tua.
Anda pasti tahu yg mati berlumuran darah, pasti banyak. Ini yg misterius..
Keempat, kalian banyak doktor dan master. Sarjana berlimpah. Ada tamatan luar negeri, ada tamatan dalam negeri dan ada yg tamat di tengah realitas yang membunuh kalian di Papua.
Tp, kalian diam atas masalah2 bangsamu yang sudah stadium empat ini, jika itu adalah penyakit..
Gelar kalian hanya di atas kertas, tak bisa buat apa2 untuk tanah airmu. Anda hanya urus perutmu, anda hanya urus jabatanmu, anda terhanyut dalam rutinitasmu dan tepuk dada, bangga dgn gelarmu.
Anda tidak menulis, anda tidak buat kajian, anda tidak berjuang, anda jijik berada di jalanan untuk melawan, anda tidak menjadi diplomat, anda tidak urus tanah adatmu, anda tidak mendidik kaummu.
Itu artinya, anda memang ingin membiarkan bangsmu mati atau gelarmu hanya di atas kertas dan tidak belajar sungguh2 untk mengerti realitasmu.
Apakah anda sengaja ataupun tidak paham, yang jelas, saya mau memberitahu bahwa, ketika orang sekolah (doktor, master, dan sarjana) diam membisu maka itu tandanya bangsa itu sedang mati pelan-pelan. Matinya aktivitas intelektual adalah matinya sebuah bangsa.
Kelima, orang Papua lupa budaya. Budaya bukan sekedar pakaian adat, tapi keseluruhan tatanan kehidupan: religi, sistem politik, mata pencaharian, kesenian, peralatan, bahasa, sistem dan pengetahuan.
Kalian gemgang erat2 segala yang baru datang. Lalu, kalian lupa diri dan terlena dan mereka ambil apa yang kalian tinggalkan.
Jangankan budaya, anda tinggalkan mamamu sendiri, anda pergi kawin dengan yang putih. Yang putih dan semua yang datang dari luar lebih baik. Itu cara anda membunuh mamamu, budayamu dan masa depan bangsamu secara pelan tapi pasti.
Keenam, kalian pemalas dan hidup dari belas kasihan dan judi. Kalian, orang Papua itu saya amati pemalas, duduk saja, cerita-cerita saja, habiskan waktu. Jalan minta sana minta sini sama saudara lain, harap sana harap sini. Setelah dapat uang habiskan saat itu juga, sisanya main judi, togel. Uang habis jalan minta lg ke saudara padahal sudah sarjana, padahal sehat dan badan kuat, padahal hutanmu luas, tanahmu subur.
Satu pemuda bisa habiskan uang 3 atau 4 juta dalam satu bulan. Uang itu dapat dari mana, sedangkan ia tidak punya pekerjaan, tidak punya kebun, tidak punya ternak? Jawabannya adalah ia dapat dari belas kasihan orang lain dan judi.
Saya ketemu dua pemuda di Kantor Gubernur. Tas mereka berisi. Saya ajak cerita, apa yang mereka isi dan apa kerja mereka. Yang mereka isi adalah proposal dan buku togel. Mereka begitu polos, saya amati mereka keliling jual2 proposal dari satu ruangan ke ruangan lain di kantor gubernur. Mereka tidak bekerja, satu orang sarjana dan satunya lagi pemuda.
Satu kesempatan, saya dengan beberapa teman kami kerja borongan di tanah Hitam. Kami pendatang dua orang dan mereka anak Papua tiga orang. Kami dibayar masing2 orang Rp. 4.700.000. Satu minggu kemudian, saya tanya, masih adakah yang itu? Uang mereka sudah habis. Satu orang beralasan, uang itu bayar spp adiknya. Satu lagi, bagi-bagi dengan keluarga. Satu lagi yang parah, ia mengesal karena uang itu habis minum dan main togel.
Tidak banyak orang Papua yang saya jumpai hargai proses dan tekun serta hemat. Sebagian hanya mau cepat jadi dan kejar yang besar, tidak ada usaha2 kecil, kecuali mama2 yang jualan. Anak muda takut jualan, jaga gengsi, jalan rapi2 tapi dompet kosong.
Ketujuh, perempuan muda Papua hancur. Sore-sore, apalagi malam minggu kota Jayapura penuh gadis2 belia Papua bercelana mini. Mulut penuh pinang dan rokok di tangan.
Mereka berkelompok hingga larut malam. Mereka buat apa? Mereka menunggu bookingan dari siapa saja yg mau ajak jalan, sekedar minuman keras atau seks dengan bayar murah. Yang penting dapat uang, entah 100 rb. Ada yang anak sekolh dan ada yg sdh tdk sekolah. Saya ajak ngobrol, mereka cerita d rumah tdk ada makanan dan cari uang sekolah.
Jika perempuan hancur, bagaimana mereka akan menikah, mengandung, melahirkan anak yg sehat dan mendidiknya menjadi besar untuk gantikan pemimpin kalian yg sudah banyak mati. Bagaimana mereka akan urus suami jika sdh hancur begini. Perempuan kuat, bangsa kuat.
Kedelapan, orang tua malas tahu dgn pendidikan anak. Tidak ada budaya belajar di rumah. Beberapa rumah di teman2 Papua tdk ada meja belajar untuk anak mereka. Satu kamar, anaknya dengan dua tiga orang tamu dr saudara lain. Sore hari anak2 tdk ada kebiasaan belajar di beberapa rumah yang saya kunjungi. Makan mlm larut malam sekali, ada yang jam 9, anak yg paling kecil sdh tdr. Ayah dan ibu, punya urusan masing2, tdk dampingi anak belajar.
Pada pagi hari, saya perhatikan di jalanan, tidak banyak orang Papua yg antar anak ke sekolah. Padahal di rumah ada mobil dan motor. Ada satu pejabat punya mobil dua dan motor ada satu di rumah tp pgi hari dia bagi uang sama anaknya. Dia tdk antar, anak jalan sendiri, naik ojek. Ini bukan soal kasih uang tp ini soal bagaimana bentuk kasih sayang orang tua. Pendatang juga punya uang tp mereka antar anak mereka, lihat di lampu merah pagi hari. Bicara tuan tanah tp tidak urus pendidikan anak baik2, bagaimana mau jd tuan rumah.
Kesembilan, kakak saya kenal banyak orang Papua yang menyebut diri pengusaha tapi setelah saya tanya pengusaha itu artinya punya CV dan PT. Mereka jalan cari proyek di dinas2, setelah dapat, kerja selesai dan uang habis. Tdk ada yang buat unit usaha yang profit atau datangkan uang. Ini beda dgn pendatang.
Kesepuluh, jual tanah. Orang Papua jual tanah kepada kami. Kalian tdk kontrakkan. Padahal kalian punya anak banyak. Anak2 kamu akan ke manakan kalau sdh kami kuasai semua.
Kesebelas, sekolah pinggiran dan kampus dan jurusan yang bisa cepat jadi sarjana. Tidak banyak anak2 Papua yg masuk di sekolah bermutu. Anak2 Papua banyak saya jumpai di sekolah2 pinggiran, sekolah yg dpat nilai gampangan dan masuk diperguruan tinggi yg biasa2 pada jurusan2 sosial semua. Jadi, orientasi mencari nilai dan ijazah, tidak cari kemampuan otak dan keterampikan untuk hidup kalian.
Keduabelas, kampus2 sepi dengan mimbar akademik. Tdk banyak kampus di Papua yg lakukan seminar2 atau aktivitas lain. Para dosen juga tdk banyak yg menulis karya ilmiah yang terkait dgn bidang ilmu atas kondisi rill di Papua.
Ketigabelas, ruang ekspresi disumbat. Saya lihat hal berbeda di Papua dgn di Jawa. Di sini, orang tdk boleh demo, langsung ditangkap atau dibubarkan dititik aksi.
Ketigabelas, saya tidak jumpa wartawan luar negeri di Papua. Media2 di Papua saya tidak temukan bikin liputan yang berkualitas. Saya menyebut majalah dinding sekolah/pemerintah.
Keempatbelas, yang jual ikan kebanyakan bukan orang Papua, yg jual hasil kebun kebanyakan bukan orang Papua, yang tambang rakyat jg bukan orang Papua, yang jual pinang juga sekarang bukan orang Papua, apalagi kios atau toko.
Kelimabelas, petinggi Papua di Jayapura kebanyakan hanya bicara2 saja di media, tidak banyak aksi nyata. Tidak ada kepercayaan diri juga padahal papua itu kaya dan punya posisi tawar dgn Jakarta yg sangat tinggi.
Keenambelas, birokrasi dan parlemen sdh dikuasai oleh kami.
Ketujuhbelas, orang Papua terlalu dewakan kami pendatang. Dewa jadi diberi apa pun, harga dirinya pun kalian berikan, kamu beri marga dan angkat jadikan kepala suku, nobatkan jd anak anaklah. Lalu, di mana posisi kalian orang Papua di sana. Kalian itu sebenarnya sedang bimbang.
Kedelapan belas, kalian orang Papua itu mudah dibeli dan tidak bisa bersatu dan mudah diprovokasi, mudah dikotak2an dengan istilah gunung dan pantai sehingga kalian terhanyut dalam adu domba, lupa daratan tanah besar Papua bahwa kalian adalah tuan tanah.
Kesembilan belas, kalian panas-panas tai ayam dan makan mentah ajaran kasih. Tuhan musnahkan musuh Israel di laut merah.
Kalian tambah2 sendiri. Ada banyak tanda kalian ini sesungguhnya akan segera tiada. Pikirkan dan renungkanlah sodara.
Dari sodara kalian, Willy Sardi Jayapura.



