Tuesday, 1 November 2022

Belajar Manajemen: Formalitas vs Pengetahuan


Sejak tahun lalu saya mengasuh kelas manajemen secara daring. Awalnya lewat Zoom, kemudian beralih ke WAG. 2 platform ini punya kelebihan dan kekurangan. Zoom lebih interaktif, karena ada audio dan visual, dan saya bersama peserta hadir bersama secara virtual, seperti orang belajar pada umumnya. Kelemahannya, sering jadwalnya tidak cocok. Ditambah, Zoom memerlukan kuota internet yang tidak kecil. Akhirnya saya pilih untuk melayani lewat WAG. Materi disampaikan dalam bentuk slide, dengan penjelasan rekaman suara. Secara jadwal lebih fleksibel. Peserta bisa menyimak materi kapan saja. Tanya jawab pun bisa fleksibel waktunya.
Kenapa perlu belajar manajemen? Banyak orang masuk kerja tanpa tahu bagaimana prinsip-prinsip dasar yang berlaku di tempat kerja. Prinsip-prinsip itulah yang disebut manajemen. Apa tugas Anda? Kenapa Anda mengerjakan sesuatu? Apakah sekadar karena diperintah? Kalau itu posisi Anda, sayang sekali. Anda hanya seorang pesuruh.
Anda bekerja sebagai bagian dari sebuah sistem manajemen. Tugas yang Anda jalankan bukan kehendak pribadi Anda, bukan pula kehendak atasan Anda. Anda bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Ini hal dasar yang harus dipahami. Pemahaman soal ini akan membedakan Anda dari seorang pesuruh.
Dengan memahami prinsip itu, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Anda berpikir bagaimana melakukannya, menyelesaikannya, dan mengantarkan hasilnya kepada pihak yang membutuhkan dalam sistem manajemen tadi. Artinya, Anda seharusnya bisa bekerja tanpa diperintah. Anda bisa mengembangkan inisiatif.
Sebaliknya, Anda juga tahu apa yang tidak boleh dan tidak perlu Anda lakukan. Anda bisa membedakan perintah yang perlu dituruti dan yang bukan. Basisnya adalah tujuan organisasi tadi.
Pekerjaan yang Anda lakukan bukan sekadar tugas yang dilakukan dengan mendapat imbalan upah atau gaji. Itu adalah medan tempat Anda mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan. Tempat Anda mengasah diri. Dari praktik itu Anda berkembang jadi orang yang lebih mahir. Karena itu, sekali lagi, Anda bukan sekadar pesuruh yang melaksanakan perintah.
Ada banyak lagi hal yang akan mengubah cara Anda bekerja, dan sikap Anda bekerja kalau Anda paham manajemen. Sebenarnya manajemen bisa dipelajari sambil bekerja. Dari mekanisme yang Anda ikuti, Anda bisa mendapat banyak pengetahuan. Masalahnya, banyak orang yang tidak sanggup merekam fakta-fakta lalu mengolahnya jadi pengetahuan. Sebaliknya, banyak juga tempat kerja yang tidak berjalan dengan prinsip manajemen. Akibatnya, yang direkam dari fakta-fakta tadi tidak bisa jadi pengetahuan yang benar. Karena itu belajar manajemen jadi penting. Anda harus belajar.
Bagaimana cara belajarnya? Anda bisa baca buku sendiri. Atau belajar pada orang lain, melalui kursus, misalnya.
Kelas manajemen yang saya tawarkan adalah kelas informal. Bahannya saya ambil dari buku, jadi tidak saya karang sendiri. Materi buku itu saya ramu menjadi penjelasan yang gampang dipahami. Ditambah, saya sediakan waktu tanya jawab, yang memberi Anda jawaban atas soal-soal praktis di tempat kerja.
Dari sejumlah kelas yang saya asuh, ada begitu banyak pertanyaan yang diajukan peserta, yang menggambarkan betapa banyak hal mendasar yang ternyata tidak dipahami banyak orang di tempat kerja.
Apakah belajar seperti itu efektif? Menurut para peserta, iya. Setidaknya mereka jadi punya peta yang lebih jelas soal apa yang mereka hadapi di tempat kerja.
Tapi ingat, ini bukan pelatihan bersertifikat. Kalau pun saya terbitkan sertifikat, tidak akan ada artinya. Ini hanya tempat belajar secara santai, melalui obrolan ringan. Fokusnya adalah memberi Anda pengetahuan, bukan formalitas administrasi.

Memandang Jauh ke Masa Lalu

Kita melihat karena ada cahaya yang masuk ke mata kita. Objek di depan kita memantulkan cahaya dari matahari, lampu, atau sumber cahaya lain. Cahaya yang terpantul itu ditangkap dan difokuskan oleh lensa mata, kemudian membentuk bayangan di retina. Jarak antara kita dengan objek-objek yang kita lihat hanya dalam orde meter, atau paling jauh ribuan meter. Dibanding lecepatan cahaya, jarak tersebut sangat pendek, sehingga waktu tempuh cahaya yang terpantul dari objek tadi ke mata kita bisa dianggap nol.
Di ruang angkasa, waktu tempuh itu tidak lagi bisa dianggap nol, karena ruang angkasa yang maha luas. Ruang yang maha besar. Inilah maha besar yang sebenarnya. Karena mana besar itu, bahkan cahaya pun memerlukan waktu untuk menempuhnya. Waktu yang diperlukan bisa sangat lama, sampai milyaran tahun.
Waktu tempuh cahaya dari matahari ke bumi sekitar 8 menit. Biasa pula dikatakan bahwa jarak matahari-bumi adalah 8 menit cahaya. Jarak dari matahari ke Pluto adalah 320 menit, atau 5,3 jam. Jarak dari matahari ke bintang tetangganya yaitu Proxima Centauri adalah 4,2 tahun cahaya.
Matahari yang kita lihat setiap saat sebenarnya adalah matahari 8 menit yang lalu. Cahaya yang diproduksi dan dilepaskan suatu saat, baru tiba ke kit 8 menit kemudian. Kalau, misalnya, ada sebuah ledakan yang menghasilkan cahaya khas, kita baru bisa melihatnya 8 menit kemudian. Kalau kita tempatkan kamera di Pluto, maka kamera itu baru melihat kejadian yang sama 5,2 jam kemudian.
Setiap kali kita melihat ke ruang angkasa kita melihat masa lalu. Kalau kita melihat ke Proxima Centauri, yang sedang kita lihat setiap saat adalah informasi atau kejadian 4,2 tahun yang lalu. Kalau kita melihat sebuah bintang dalam galaksi Bima Sakti, yang kita lihat adalah informasi atau kejadian 50-100 ribu tahun yang lalu. Kalau kita melihat ke Andromeda, kita melihat keadaannya 2,5 juta tahun yang lalu.
Sejak ribuan tahun yang lalu manusia sudah mengamati sesuatu yang kini dikenal dengan sebutan Supernova. Supernova adalah sebuah bintang yang sedang meledak. Dalam pengamatan mata telanjang Supernova adalah sebuah bintang yang jauh lebih terang dari yang lain. Yang dapat dilihat itu adalah Supernova yang berjarak 7 ribu tahun cahaya. Artinya, ledakan bintang itu sebenarnya terjadi 7 ribu tahun sebelumnya.
Kemarin saya membaca tulisan tentang riset yang sedang dilakukan oleh seorang teman yang sedang belajar di Amerika. Ia sedang meneliti data yang dihasilkan oleh teleskop James Webb. Yang ia amati adalah 2 galaksi yang jaraknya 13 koma sekian milyar tahun cahaya dari tata surya. Saat diamati dengan teleskop Hubble galaksi ini hanya tampak sebagai satu titik. Dengan data yang lebih baik diketahui bahwa ternyata ada 2 galaksi. Data menunjukkan bahwa kedua galaksi itu saling mendekat. Ada kemungkinan itu adalah peristiwa tabrakan galaksi.
Kepan kejadiannya? Ya 13 koma sekian milyar tahun yang lalu. Lebih akuratnya, sekitar 400 juta tahun setelah Big Bang. Diperkirakan ini adalah galaksi muda yang baru saja terbentuk.
Teleskop James Webb menyediakan data tentang galaksi-galaksi yang jauhnya mendekati 13,7 milyar tahun cahaya, dengan citra yang lebih jernih. Itu memungkinkan kita melihat kembali ke situasi saat Big Bang baru saja terjadi.

#Kang H Idea

Ada banyak jalan Menuju Puncak

 Saat kita terpaksa berhenti dari sesuatu yang kita tekuni, kita sering terguncang. Merasa sesuatu yang penting telah dirampas dari hidup kita. Cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang lain.

Fokus pada sesuatu yang kita tekuni sering membuat kita lalai dan lupa, bahwa di luar sana ada banyak kesempatan untuk membuat diri kita lebih besar. Terhenti dari sesuatu itu artinya sebuah kesempatah untuk melihat peluang lain.
Kuncinya adalah kualitas diri kita. Kalau kita berkualitas, kita selalu punya kesempatan untuk memulai sesuatu, membuatnya jadi pusat ketekunan baru, dan menjadikan diri kita lebih baik.
Setiap saat dalam hidup kita, di puncak kegagalan maupun di jurang kegagalan, adalah kesempatan untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik

Tuesday, 13 September 2022

MAKRAB IPMMO SE-JAWA DAN BALI DI KOTA STUDY JAKARTA Th 2022/2023

Photo bersama  Doc Usai Kegiatan Penerimahan Mahasiswa Baru IPMMO Se Jawa dan Bali pada 09-11 Septemberber 2022

Villa Lemba Nyiur (Puncak Bogor Jawa Barat) pada 09-11 Septemberber 2022,Malam keakraban atau yang biasa disingkat Makrab adalah sebuah acara khas yang biasa diselenggarakan oleh para generasi muda mulai dari generasi SMA hingga perguruan tinggi. Makrab biasanya diselenggarakan oleh suatu kelas, angkatan, bahkan hingga organisasi intra kampus atau sekolah sekalipun. Acara Makrab lebih cenderung bertujuan untuk mempererat rasa pertemanan dan persaudaraan. Banyak kreasi yang bisa dilakukan dalam suatu acara Makrab bersama teman-temanmu. 

 Tema: Belajar membentuk kritis, proaktif, berkarakter dan Berintelektual dalam budaya organisasi.

Sub Tema: melalui kegiatan makrab ini, membentuk karakter IPMMO Se-Jawa dan bali yang berjiwa kreatif, inovatif dan daya saing yang mampuh membawa perubahan dalam internal kemahasiswaan Eksternal, Tentunya membanggun Kabupaten Intan Jaya.

Kata panitia pelaksana makrab IPMMO SE-JAWA DAN BALI :

Saya Leprandus Miagoni selaku ketua panitia MAKRAB IPMMO Se-Jawa dan Bali tahun 2022-2023 korwil Jakarta mengucapkan banyak terimakasih Yang tak terhingga  kepada Seluruh Panitia Makrab, alumni IPMMO, Senioritas IPMMO, Seluruh Anggota IPMMO serta orang-orang hebat yang mana selalu mengsuport dalam bentuk ide, gagasan, sumbangan fisik  dan Sumbangsi dana.  kegiatan Makrab Sudah Terlaksanakan dengan lancar, aman, baik  di Villa Lemba Nyiur (Puncak Bogor Jawa Barat) pada 09-11 Septemberber 2022.

Semua ini terlaksana oleh karena kerjasma dan kerja keras kita semua. Saya juga mengucapkan banyak terimaksih kepada ke 3 pemateri yaitu :

1. Kakak  kaysel selegani selaku sekretaris Bph pusat IPMMO SEJAWA DAN BALI, membawakan tentang 

 (Sejarah IPMMO)

2. Kakak Yance Emani membawakan tentang (Pengenalan Lingkungan Kampus) 

3. Bapak Maksimus Tipagau membawakan tentang (Tegnology & IT bidang wirausahawan) 

pemateri yang mana sudah memberikan materi yang luar biasa untuk kami semua pelajari dan maknai bersama-sama. Semoga apa yang dibawahkan dapat bermanfaat bagi Kita semua. 

Dan terimakasih kasih juga terutama untuk

Empat koordinator Wilayah yang sudah hadir di Jakarta untuk menyaksikan berjalannya kegiatan ini Makrab Ini 

#Savs_IPMMO_JATIM

#Save_IPMMO_Jogja_Solo

#Save_IPMMO_Semarang_salatiga

#Save_IPMMO_BandungRaya

#Save_IPMMO_Jakarta

" IPMMO ADALAH KAMI, KAMI ADALAH IPMMO "

Sayangilah dia

Cintailah dia 

Rawatlah dia 

Save IPMMO Se-Jawa dan Bali.

Usai pelaksanaan Makrab, Ketua Panitia Leprandus miagoni juga menyambut dengan antusias mengucapkan selamat datang dan bergabung di IPMMO se-Jawa dan Bali sekaligus memberikan sertifikat kepada peserta makrab secara simbolis dengan sah untuk melanjuti impian bersama di tanah rantau.(Jawa).

“Peserta Makrab untuk tahun ini sebanyak 69 orang peserta  bisa dibilang pemecah rekor dari tahun sebelumnya. Sebab mereka (Maba) tersebut jumlah yang paling banyak terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa yang belum ikut makrab sebelumnya kata Leprandus miagoni.

Harapan saya semoga melalui kegiatan ini dapat mempersatukan ikatan kekeluargaan antara senior dan junior serta membangung kebersamaan dalam organisasi IPMMO se-Jawa dan Bali, demi tanah kita Papua khususnya intan jaya. “Kita satu sekarang dan selama-lamanya".

Sementara itu, Bendahara  Melianus janamba mengatakan ucapan terima kasih kepada Badan Pengurus Harian (BPH)serta seluruh anggota IPMMO korwil Jakarta yang mana telah memberikan kepercayaan untuk menyukseskan kegiatan ini.

Kemudian sambutan dari ketua BPH pusat IPMMO se-Jawa dan Bali diwakili oleh sekretaris kayus selegani ,juga ucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana makrab IPMMO SE-JAWA DAN BALI tTahun 2022/2023, puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas kasih dan rahmat-Nya sehingga kegiatan makrab IPMMO se-jawa dan Bali ini dari awal, pertengahan sampai akhir bisa jalan dengan baik dan sukses.

“Kemudian, kata  selegani saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih lagi kepada panitia pelaksana. Sebab Makrab IPMMO se-jawa dan Bali dan ketua koordinator wilayah Jakarta beserta seluruh anggota IPMMO Jakarta tahun bimbingan 2022/2023 bisa menyukseskan kegiatan ini, walaupun Indonesia pada umumnya dunia berhati-hati dengan wabah covid-19 menyebar sampai saat ini juga namun kegiatan kita semua jalan dengan baik sampai akhir.

Saya sangat apresiasi kepada panitia pelaksana makrab IPMMO se-Jawa dan Bali karena dalam situasi wabah covid 19 Ini panitia Makrab beserta seluruh anggota IPMMO beserta koordinator wilayah Jakarta mampu sukseskan kegiatan yang sangat besar sehingga kegiatan ini bisa berjalan baik tanpa ada kendala apapun. Dan tidak lupa lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh badan pengurus IPMMO koordinator 4 wilayah:

1.jawa Timur

2.jogja -solo

3.semarang -salatiga

4.Bandung. 

5.Jakarta,selaku panitia pelaksana Makrab.

beserta senioritas dan selaruh anggota IPMMO se-jawa dan bali yang selalu mendukung dan memotivasi agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala apapun.

“Saya selaku perkawilan badan pengurus harian pusat ( BPH) sangat bangga terhadap panitia pelaksana sehingga kegiatan selama 3 (Kamis,Jumat,dan Sabtu) hari ini bisa berjalan baik tanpa ada halangan apapun,”

Pesan dari saya untuk kita semua bahwa, kegiatan organisasi seperti ini tidak bisa kita sukseskan kalau tanpa ada kerjasama antara panitia pelaksana beserta seluruh senioritas seluruh 5 ketua korwil dan seluruh anggota IPMMO se-Jawa dan Bali, maka kegiatan sebesar apapun bisa kami sukseskan dengan baik, kata selegani

Kesan pesan dari peserta mahasiswa baru(Maba)Jolbeham Maizeni. 

Semoga semua yang telah kami terima menjadi pelajaran dan motivasi kedepan, untuk itu saya mewakili teman-teman makrab angkatan 2022/2023mengucapkan banyak terima kasih kepada badan pengurus harian (BPH) IPMMO dan ketua Makrabnya yang mana memotivasi untuk kedepan, semuanya itu yang punya segala-Nya yang akan membalas.



Friday, 9 September 2022

Menemukan Kapatitas Sebagai Kekuatan dirimu Yang sesunggunya

 

“Kekuatan tidak berasal dari kapasitas fisik. Kekuatan berasal dari kemauan yang gigih” Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Karena saat kita kaya bukan berarti kita bisa mengaku bahwa hati nurani kita benar tanpa menjalani disiplin apapun sehingga banyak ketidakjujuran terjadi di dunia yang membingungkan ini.

Suka cita terletak pada perjuangan, usaha, termasuk dalam penderitaan, bukan pada kemerdekaan itu sendiri.

Kebebasan individu dan kesaling-tergantungan keduanya penting dalam hidup bermasyarakat.

Adalah martabat manusia kehilangan kepribadiannya dan menjadi tidak lebih daripada sebuah roda gigi pada mesin. Satu-satunya penguasa yang saya akui di dunia ini adalah ‘suara hening kecil’ di dalam hati.

Semuanya berjalan baik meskipun segala sesuatu tampaknya salah sama sekali jika anda jujur terhadap anda sendiri. Sebaliknya, semuanya tidak baik bagi anda walaupun segala sesuatu kelihatan benar, anda tidak jujur terhadap anda sendiri.

Bukankah sejarah dunia menunjukkan bahwa tidak ada romantika kehidupan jika tidak ada resiko? ”

Sasaran pernah menjauh dari kita. Semakin besar kemajuan, semakin besar pengakuan atas ketidaklayakan kita. Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Usaha penuh adalah kemenangan penuh.

Lanjut, oleh sebab itu, jalanilah narar kata hati anda yang  otentik, karena disitulah kamu akan menemukan keperibadian murni andah dan cinta sejati ada, meskipun ujung-ujungnya terkadang mengkawatrikan hasil usaha yang andah jeri-upayakan.

Karena, dunia ini kita tidak mengharapkan hasil usaha yang kita capai, tetapi bagimana cara kita menghadapi zona dimana tantangan ini menghadapi didepan mata kita dan meresponi dengan hati narar kita yang sesunggunya.

Penutup, kekuatan kepiribadian kita yang sesunggunya ialah bukan body fisik, bukan juga kesehatan yang baik. namun, kekuatan yang sesunggunya adalah mengikuti alur kata hati nurani kita dan bahwa sadar hati kita dengan sesunggunya disitulah kita akan menemukan kekuatan keperibading kita yang sesunggunya.

salam waras 

Ikuti Alur kata hati adalah kekuatan ada yang sebenarnya.


Monday, 27 June 2022

Dokumeter Kegiatan Rapat Kerja RAKER IPMANAPADODE Surabaya 25/06/2022



IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA
NABIRE PANIAI DOGIYAI DEIYAI (IPMANAPADODE KOTA STUDI
SURABAYA TAHUN 2022/223

meluncurkan Melaluhi_Suara-kawasan-kehijauwan.com.

Berhubungan dengan slider photo dibahwa ini adalah delar pada tangal 26 juni 2022 di surabaya ikatan pelajar dan mahasiswa kab. nabire, paniai, dogiyai dan deiyai (ipmanapadode surabaya maksud dengan kegiatan ini adalah rapat kerja (RAKER) Dengan maksud ialah kelancaran kegiatan berorganisasi untuk mempersentasekan program kerja dari setiap biro yang diselengarakan oleh bandan pengurus inti ipmanapadide kota studi surabaya itu sendiri.

Setiap biro itu terdiri dari:

1.       Biro pendiddikan
2.       Biro kerohanian
3.       Biro seni dan budaya
4.       Biro minat dan makat
5.       Biro pubdekdok
6.       Birokesehatan
7.       Humas

Sesuai dengan AD/ART semua biro adalah 12 biro, namun badan pengurus inti ambil hanya 7(tujuh) biro saja sesui dengan kebutuhan organisasi itu sendiri. Karena kebutuhan keadaan dan saat ini yang butuh adalah ke 7 biro itu yang akan bergerak di program organisasi ipmanapadode surabaya masa bakti 2022—2024 sekian dan terimakasih atas kunjungannya, kiranya tuhan yesus kristus memberkati

koyao, koha amakanieoo


Friday, 22 April 2022

Jangan Terlena "Kau Papua", Bangsamu Sedang Mati!

 

Oleh: Willy Sardi

Saya sebagai orang Melayu, yg lahir di Jakarta,  yg mempelajari ilmu-ilmu sosial dan belum lama tinggal di Papua ini sedang melihat kamu terlena tetapi sesungguhnya  kamu sedang mati, bangsa kamu akan segera tinggal cerita.  


Karena itu,  saya hanya mau memberitahukan tanda2 kematian masa depan anda secara pribadi dan bangsamu di masa depan.  Saya cukup beritahu dan anda sendirilah cari solusinya, apa solusi yg tepat atas kondisimu,  kondisi bangsamu. 


Berikut tanda-tanda kamu orang Papua dan bangsamu akan tinggal cerita segera: 


Pertama, kalian,  orang Papua kini punya satu musim baru. Musim yang tak banyak saya jumpai di Jawa, bahkan dalam buku sejarah.  Bukan hanya musim matoa,  musim kemarau atau musim mangga,  musim muntaber untuk anak-anak kalian. Tapi,  musim baru kalian adalah musim kematian tiba-tiba. Hari-hari ini,  tidak hanya pimpinan gereja kalian saja yang mati tiba-tiba tetapi lihatlah di sekeliling anda,  banyak orang Papua mati tiba-tiba.  


Tidak ada yang tahu pasti penyebab musim baru itu.  Mereka mati misterius. 


Kedua,  ini lanjutan dari yang nomor satu di atas.  Kalian orang Papua kini punya satu penyakit baru yang belum banyak dijumpai di dunia kedokteran modern.  Penyakit itu ialah penyakit "jatuh". Para pemimpin gereja kalian mati karena penyakit "jatuh". Ini penyakit berbahaya. 

 

Coba kalian,  orang Papua renungkan,  Pastor Nato Gobay, jatuh tiba-tiba di kamar mandi dan meninggal. Itu setelah 30 menit sebelumnya memimpin ibadah di salah satu gereja katolik di Nabire sana. 


Pastor Yulianus Mote, dikabarkan jatuh pingsang tiba-tiba di bandar udara wamena saat berangkat dari Jayapura ke Wamena. Ia berobat ttp tdk tertolong dan meninggal. 


Pastor Neles Tebay jatuh tiba-tiba di ruang kuliah di salah satu kampus calon imam di Jayapura. Ia berobat dan tdk tertolong dan kemudian meninggal.


Kemudian, Uskup Timika,  Mgr. John Philip Saklil jatuh di halaman rumah uskup dan meningal. Ia meninggal setelah sebelumnya memimpin misa.  


Kalian,  orang Papua tahu bahwa mereka jatuh karena mereka ini pimpinan umat dan informasinya disebarkan. Coba cari tahu dan hitung sekeling anda,  berapa orang lain lagi yang mati dengan model ini.  Banyak.  


Ketiga, para pimpinan kalian mati misterius. Dalam sejarah yang saya pelajari, kematian pemimpin adalah pukulan telak,  ia adalah kematian sebuah komunitas,  kematian bangsa. Kematian pemimpin adalah duka panjang, bukan karena semata2 kehilangan fisik tetapi ia membawa pergi ide,  gagasan,  semangat, dan visi. 


Mereka yang meninggal saat2 ini adalah pemimpin gereja. Banyak pemimpin kalian di birokrasi dan politik juga mati misterius, ada yang pelan2, ada yang mati seketika.  Kalian tahu,  Arnold Ap,  Theys,  Gubernur Salosa, Wospakrik,  Agus Alua,  dan anda pasti tahu yang lain. Yang wajar adalah meninggal normal karena sakit atau sudah umur tua.  


Anda pasti tahu yg mati berlumuran darah, pasti banyak.  Ini yg misterius.. 


Keempat, kalian banyak doktor dan master. Sarjana berlimpah. Ada tamatan luar negeri,  ada tamatan dalam negeri dan ada yg tamat di tengah realitas yang membunuh kalian di Papua.  


Tp,  kalian diam atas masalah2 bangsamu yang sudah stadium empat ini,  jika itu adalah penyakit.. 


Gelar kalian hanya di atas kertas,  tak bisa buat apa2 untuk tanah airmu. Anda hanya urus perutmu,  anda hanya urus jabatanmu,  anda terhanyut dalam rutinitasmu dan tepuk dada, bangga dgn gelarmu.  


Anda tidak menulis, anda tidak buat kajian,  anda tidak berjuang, anda jijik berada di jalanan untuk melawan,  anda tidak menjadi diplomat,  anda tidak urus tanah adatmu,  anda tidak mendidik kaummu. 


Itu artinya,  anda memang ingin membiarkan bangsmu mati atau gelarmu hanya di atas kertas dan tidak belajar sungguh2 untk mengerti realitasmu.  


Apakah anda sengaja ataupun tidak paham, yang jelas, saya mau memberitahu bahwa,  ketika orang sekolah (doktor,  master,  dan sarjana) diam membisu maka itu tandanya bangsa itu sedang mati pelan-pelan.  Matinya aktivitas intelektual adalah matinya sebuah bangsa.  


Kelima, orang Papua lupa budaya. Budaya bukan sekedar pakaian adat,  tapi keseluruhan tatanan  kehidupan: religi, sistem politik,  mata pencaharian,  kesenian,  peralatan,  bahasa,  sistem dan pengetahuan. 


Kalian gemgang erat2 segala yang baru datang.  Lalu,  kalian lupa diri dan terlena dan mereka ambil apa yang kalian tinggalkan.


Jangankan budaya,  anda tinggalkan mamamu sendiri,  anda pergi kawin dengan yang putih. Yang putih dan semua yang datang dari luar lebih baik.  Itu cara anda membunuh mamamu,  budayamu dan masa depan bangsamu secara pelan tapi pasti. 


Keenam, kalian pemalas dan hidup dari belas kasihan dan judi.  Kalian, orang Papua itu saya amati pemalas,  duduk saja,  cerita-cerita saja,  habiskan waktu. Jalan minta sana minta sini sama saudara lain, harap sana harap sini. Setelah dapat uang habiskan saat itu juga,  sisanya main judi,  togel. Uang habis jalan minta  lg ke saudara padahal sudah sarjana, padahal sehat dan badan kuat,  padahal hutanmu luas, tanahmu subur.  


Satu pemuda bisa habiskan uang 3 atau 4 juta dalam satu bulan. Uang itu dapat dari mana, sedangkan ia tidak punya pekerjaan,  tidak punya kebun,  tidak punya ternak? Jawabannya adalah ia dapat dari belas kasihan orang lain dan judi. 


Saya ketemu dua pemuda di Kantor Gubernur. Tas mereka berisi. Saya ajak cerita, apa yang mereka isi dan apa kerja mereka.  Yang mereka isi adalah proposal dan buku togel. Mereka begitu polos,  saya amati mereka keliling jual2 proposal dari satu ruangan ke ruangan lain di kantor gubernur. Mereka tidak bekerja, satu orang sarjana dan satunya lagi pemuda.  


Satu kesempatan,  saya dengan beberapa teman kami kerja borongan di tanah Hitam. Kami pendatang dua orang dan mereka anak Papua tiga orang. Kami dibayar masing2 orang Rp. 4.700.000. Satu minggu kemudian,  saya tanya, masih adakah yang itu?  Uang mereka sudah habis.  Satu orang beralasan,  uang itu bayar spp adiknya. Satu lagi,  bagi-bagi dengan keluarga.  Satu lagi yang parah,  ia mengesal karena uang itu habis minum dan main togel. 


Tidak banyak orang Papua yang saya jumpai hargai proses dan tekun serta hemat. Sebagian hanya mau cepat jadi dan kejar yang besar,  tidak ada usaha2 kecil,  kecuali mama2 yang jualan. Anak muda takut jualan,  jaga gengsi,  jalan rapi2 tapi dompet kosong. 


Ketujuh, perempuan muda Papua hancur.  Sore-sore,  apalagi malam minggu kota Jayapura penuh gadis2 belia Papua bercelana mini. Mulut penuh pinang dan rokok di tangan.  


Mereka berkelompok hingga larut malam. Mereka buat apa?  Mereka menunggu bookingan dari siapa saja yg mau ajak jalan,  sekedar minuman keras atau seks dengan bayar murah.  Yang penting dapat uang,  entah 100 rb. Ada yang anak sekolh dan ada yg sdh tdk sekolah. Saya ajak ngobrol,  mereka cerita d rumah tdk ada makanan dan cari uang sekolah.  


Jika perempuan hancur,  bagaimana mereka akan menikah,  mengandung, melahirkan anak yg sehat dan mendidiknya menjadi besar untuk gantikan pemimpin kalian yg sudah banyak mati.  Bagaimana mereka akan urus suami jika sdh hancur begini.  Perempuan kuat, bangsa kuat.


Kedelapan,  orang tua malas tahu dgn pendidikan anak. Tidak ada budaya belajar di rumah. Beberapa rumah di teman2 Papua tdk ada meja belajar untuk anak mereka.  Satu kamar, anaknya dengan dua tiga orang tamu dr saudara lain. Sore hari anak2 tdk ada kebiasaan belajar di beberapa rumah yang saya kunjungi.  Makan mlm larut malam sekali,  ada yang jam 9,  anak yg paling kecil sdh tdr. Ayah dan ibu,  punya urusan masing2, tdk dampingi anak belajar.  


Pada pagi hari,  saya perhatikan di jalanan,  tidak banyak orang Papua yg antar anak ke sekolah. Padahal di rumah ada mobil dan motor.  Ada satu pejabat punya mobil dua dan motor ada satu di rumah tp pgi hari dia bagi uang sama anaknya.  Dia tdk antar, anak jalan sendiri,  naik ojek. Ini bukan soal kasih uang tp ini soal bagaimana bentuk kasih sayang orang tua. Pendatang juga punya uang tp mereka antar anak mereka, lihat di lampu merah pagi hari.  Bicara tuan tanah tp tidak urus pendidikan anak baik2, bagaimana mau jd tuan rumah. 


Kesembilan,  kakak saya kenal banyak orang Papua yang menyebut diri pengusaha tapi setelah saya tanya pengusaha itu artinya punya CV dan PT. Mereka jalan cari proyek di dinas2, setelah dapat, kerja selesai dan uang habis.  Tdk ada yang buat unit usaha yang profit atau datangkan uang. Ini beda dgn pendatang.  


Kesepuluh, jual tanah. Orang Papua jual tanah kepada kami. Kalian tdk kontrakkan. Padahal kalian punya anak banyak.  Anak2 kamu akan ke manakan kalau sdh kami kuasai semua.  


Kesebelas,  sekolah pinggiran dan kampus dan jurusan yang bisa cepat jadi sarjana. Tidak banyak anak2 Papua yg masuk di sekolah bermutu. Anak2 Papua banyak saya jumpai di sekolah2 pinggiran, sekolah yg dpat nilai gampangan dan masuk diperguruan tinggi yg biasa2 pada jurusan2 sosial semua.  Jadi,  orientasi mencari nilai dan ijazah,  tidak cari kemampuan otak dan keterampikan untuk hidup kalian. 


Keduabelas,  kampus2 sepi dengan mimbar akademik. Tdk banyak kampus di Papua yg lakukan seminar2 atau aktivitas lain.  Para dosen juga tdk banyak yg menulis karya ilmiah yang terkait dgn bidang ilmu atas kondisi rill di Papua.  


Ketigabelas,  ruang ekspresi disumbat.  Saya lihat hal berbeda di Papua dgn di Jawa. Di sini,  orang tdk boleh demo,  langsung ditangkap atau dibubarkan dititik aksi. 


Ketigabelas,  saya tidak jumpa wartawan luar negeri di Papua.  Media2 di Papua saya tidak temukan bikin liputan yang berkualitas.  Saya menyebut majalah dinding sekolah/pemerintah.  


Keempatbelas,  yang jual ikan kebanyakan bukan orang Papua,  yg jual hasil kebun kebanyakan bukan orang Papua, yang tambang rakyat jg bukan orang Papua,  yang jual pinang juga sekarang bukan orang Papua,  apalagi kios atau toko.  


Kelimabelas,  petinggi Papua di Jayapura kebanyakan hanya bicara2 saja di media,  tidak banyak aksi nyata.  Tidak ada kepercayaan diri juga padahal papua itu kaya dan punya posisi tawar dgn Jakarta yg sangat tinggi. 


Keenambelas,  birokrasi dan parlemen sdh dikuasai oleh kami.  


Ketujuhbelas,  orang Papua terlalu dewakan kami pendatang. Dewa jadi diberi apa pun,  harga dirinya pun kalian berikan, kamu  beri marga dan  angkat jadikan kepala suku,  nobatkan jd anak anaklah. Lalu,  di mana posisi kalian orang Papua di sana.  Kalian itu sebenarnya sedang bimbang. 


Kedelapan belas,  kalian orang Papua itu mudah dibeli dan tidak bisa bersatu dan mudah diprovokasi,  mudah dikotak2an dengan istilah gunung dan pantai sehingga kalian terhanyut dalam adu domba,  lupa daratan tanah besar Papua bahwa kalian adalah tuan tanah.  


Kesembilan belas,  kalian panas-panas tai ayam dan makan mentah ajaran kasih. Tuhan musnahkan musuh Israel di laut merah.  


Kalian tambah2 sendiri.  Ada banyak tanda kalian ini sesungguhnya akan segera tiada.  Pikirkan dan renungkanlah sodara.  


Dari sodara kalian,  Willy Sardi Jayapura.