Saturday, 27 February 2021

Kata Mutiara Papua

 Ko dingin mcm wamena tpi ko tetap indah mcm senja kaimana🌄, krn ko itu emas timika, ko berharga mcm perempuan jayapura👩 

Tenang mcm danau sentani, tpi ko keras mcm karang biak🌴 manis mcm jeruk nabire ko itu bunga pala kota fak~fak yg kembang mcm kota serui, walau kadang sa suka sedih lihat ko jatuh dri air mata nduga😢

Zc pu jiwa ingin sklii bajingan kaya kota sorong🙂

Tpi zc takut dgn manokwari.... zc takut akan tuhan di pulau mansinam tpi sa jg tkt ko tenggelam... zc tra mo papua pu sayap sayap alam patah berulang kali karena sa masih mo lht cendrawasih de hidup dan terbang dri langit sorong sampe ke merauke😇❤

Thursday, 18 February 2021

Apa itu pengampunan dan mengapa saya membutuhkannya?

Kata "mengampuni" berarti membersihkan batu tulis, mengampuni, membatalkan hutang. Ketika kita salah pada seseorang, kita mencari pengampunan mereka agar hubungan dipulihkan. Pengampunan tidak diberikan karena seseorang pantas untuk diampuni. Tidak ada yang pantas dimaafkan. Pengampunan adalah tindakan cinta, belas kasih, dan anugrah. Pengampunan adalah keputusan untuk tidak menahan sesuatu terhadap orang lain, terlepas dari apa yang telah dia lakukan pada Anda



Bagaimana saya bisa memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan?

 Pada awal sejarah manusia, Adam dan Hawa menikmati hubungan pribadi dengan Tuhan (Kejadian 2). Namun karena dosa hubungan ini putus. Semua umat manusia sekarang memiliki natur dosa dan hidup terpisah dari Tuhan. Adakah cara agar kita dapat diampuni dari dosa kita dan memulihkan hubungan pribadi dengan Tuhan? Iya!

    Banyak yang berpikir tentang keselamatan, atau menerima Yesus sebagai Juruselamat, hanya sebagai cara sederhana untuk pergi ke surga, yang memang benar. Bagaimanapun, keselamatan lebih dari itu — bagaimana kita dapat memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.


    Kita memulai hubungan kita dengan Tuhan dengan menerima Anak-Nya Yesus, percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan bahwa Dia membayar hukuman atas dosa-dosa kita untuk memulihkan hubungan kita dengan Dia (Yohanes 1:12; Roma 10: 9). Kita menerima kematian Yesus sebagai pengganti hukuman yang seharusnya kita bayar untuk dosa (Roma 3:23; 6:23; Ibrani 10:10) dan kebangkitan-Nya sebagai kemenangan atas dosa dan kematian (1 Korintus 15: 54–57; 1 Korintus 15:22, 54–57). Ketika kita melakukannya, kita menerima hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Kehidupan kekal ini bukan hanya tentang kuantitas, tetapi tentang kualitas. Apa yang kita terima dari Yesus bukan hanya surga, tetapi kehidupan sejati (Yohanes 10:10). Pertama Petrus 1: 8 berbicara tentang kegembiraan keselamatan: "Meskipun sekarang kamu tidak melihatnya, kamu percaya kepada-Nya dan bersukacita dengan sukacita yang tak terungkap dan dipenuhi dengan kemuliaan."

    Begitu kita memulai hubungan dengan Tuhan, kita dipanggil untuk memupuknya. Roh Allah tinggal di dalam kita (Yohanes 14: 15-17) dan mengajari kita kebenaran (Yohanes 16:13), menumbuhkan kita dalam buah Roh (kasih, sukacita, dan damai misalnya; lihat Galatia 5: 22–23) , memampukan kita untuk menggunakan kemampuan kita untuk membantu orang lain (Efesus 2:10; 4: 12–13), dan menyebabkan kita hidup sebagai garam dan terang di dunia kegelapan (Matius 5: 14–16). Dia membantu kita mematikan dosa dan hidup dengan cara yang Allah kehendaki agar kita hidup, daripada sebagai hamba dosa (Roma 6: 1–23; Filipi 2: 12–13). Hubungan pribadi dengan Tuhan mengubah hidup kita sekarang dan selama sisa kekekalan.

    Kami memulai hubungan pribadi dengan Tuhan melalui iman. Kita mati dalam dosa kita dan hanya Kristus yang dapat menyelamatkan kita dan memulihkan kita untuk bersekutu dengan Allah (Efesus 2: 1–5; Kolose 2:13). Efesus 2: 8–10 mengajarkan, "Karena oleh kasih karunia kamu telah diselamatkan melalui iman. Dan ini bukanlah perbuatanmu sendiri; itu adalah anugerah Allah, bukan hasil dari perbuatan, sehingga tidak ada yang dapat bermegah. Karena kami adalah hasil karyanya, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk pekerjaan yang baik, yang telah dipersiapkan Tuhan sebelumnya, sehingga kita harus berjalan di dalamnya. " Kita tidak mendapatkan hubungan kita dengan Tuhan; kami menerimanya sebagai hadiah gratis.

    Roma 10: 9 mengatakan, "jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu bahwa Tuhan membangkitkan dia dari antara orang mati, kamu akan diselamatkan." Tuhan menawarkan pengampunan dan hubungan; kita hanya harus menerimanya.

Apakah Anda bersedia menempatkan iman Anda kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda dan menerima hadiah gratis berupa kehidupan kekal ini? Jika demikian, Anda dapat melakukannya sekarang. Tidak ada doa khusus yang harus Anda doakan untuk melakukannya. Namun, doa berikut adalah doa yang dapat Anda gunakan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda:

    "Ya Tuhan, saya menyadari bahwa saya adalah orang berdosa dan tidak pernah bisa mencapai surga dengan perbuatan baik saya sendiri. Saat ini saya menempatkan iman saya kepada Yesus Kristus sebagai Putra Allah yang menjalani hidup yang sempurna, mati, dan bangkit dari kematian untuk memberi saya kekal. hidup dan undang saya ke dalam hubungan pribadi dengan Anda. Maafkan saya dari dosa-dosa saya dan bantu saya untuk hidup untuk Anda. Terima kasih telah menerima saya dan memberi saya hidup yang kekal. "

baca juga:

https://www.compellingtruth.org/personal-relationship-with-God.html

Mengapa Tuhan menciptakan manusia?

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Tuhan menciptakan segalanya, termasuk manusia, karena itu menyenangkan Dia untuk menciptakan untuk kemuliaan-Nya (Roma 11:36; Wahyu 4:11). Ini berarti bahwa itu memberi kesenangan  kepadaTuhan dan itu membawa kemuliaan bagi-Nya untuk menciptakan pria dan wanita. Dengan melakukan itu, Dia mendemonstrasikan kejeniusan kreatif-Nya dalam membuat tidak hanya alam semesta, tetapi juga sosok pribadi tertinggi, manusia (Kejadian 1: 26-28). Kemudian, Tuhan memperkuat kebenaran yang kuat ini melalui nabi Yesaya, yang berkata bagi-Nya, "bawalah anak-anakku dari jauh dan putri-putriku dari ujung bumi, setiap orang yang dipanggil dengan namaku, yang aku ciptakan untuk kemuliaanku, yang aku dibentuk dan dibuat "(Yesaya 43: 6-7). Pernyataan Perjanjian Baru menegaskan hal yang sama: "segala sesuatu diciptakan melalui dia dan untuk dia" (Kolose 1:16).

Tuhan juga ingin agar manusia membantu-Nya merawat dunia indah yang telah Dia ciptakan sebagai tempat tinggal orang-orang istimewa ini. Dan Tuhan berfirman kepada mereka, 'Jadilah berbuah dan berkembang biak dan penuhi bumi dan taklukkannya, dan berkuasa atas [jaga, atau rawat] ikan di laut dan atas burung-burung di langit dan atas setiap makhluk hidup yang bergerak di bumi. '"(Kejadian 1:28)" Tuhan Allah mengambil manusia dan menempatkannya di Taman Eden untuk mengerjakan dan merawatnya "(Kejadian 2:15 NIV).

Bagian dari gambaran Allah tentang kebaikan dan kasih yang Dia taruh di dalam hati manusia memberi kita indera untuk mengenal Allah (Mazmur 139: 14). Dia memberi kita kemampuan untuk melayani Dia. Tuhan senang menciptakan ras makhluk yang cukup seperti Dia sehingga kita memiliki kapasitas untuk memberikan kesenangan kepada-Nya bersama kita sementara kita menikmati kesenangan bersama-Nya. Dia memberi kita kemampuan untuk mencintai Dia dan menyembah Dia. Yesus mendorong murid-murid-Nya dengan kebenaran yang sama ini ketika Dia berkata, "Aku tidak lagi memanggilmu hamba ... tetapi aku telah memanggil kamu sahabat, karena semua yang telah aku dengar dari Bapa-Ku telah Aku beritahukan kepadamu" (Yohanes 15:15) .

Ketika Tuhan menciptakan alam semesta, Dia melakukan apa yang menyenangkan diri-Nya, dan karena Tuhan itu sempurna dalam kebaikan-Nya, kasih-Nya, kebenaran-Nya, dan hikmat-Nya, kita mungkin yakin bahwa Tuhan menikmati menciptakan umat manusia tanpa cacat dalam semua cara ini. Jadi, ketika Dia selesai menciptakan kosmos, dunia, dan manusia, Tuhan dapat dengan jujur ​​berkata, "Sangat baik" (Kejadian 1:31).

Tuhan tidak menciptakan manusia yang setara dengan diri-Nya. Dia tetaplah Pencipta, dan kita adalah makhluk yang sangat bergantung pada-Nya untuk segala hal. "Di dalam Dia kita hidup dan bergerak dan memiliki keberadaan kita" (Kisah Para Rasul 17:28). "Dan Dia di atas segala sesuatu, dan di dalam Dia segala sesuatu bersatu" (Kolose 1:17). Akan selalu benar bahwa "TUHAN adalah Allah; tidak ada yang lain selain Dia" (Ulangan 4:35).

Betapa menakjubkannya menjadi makhluk yang "dimahkotai dengan… [yang] kemuliaan dan kehormatan" (Mazmur 8: 5) yang menyandang dan melipatgandakan nama besar Allah dan rupa-Nya.

Baca Juga :

https://www.compellingtruth.org/truth_Humanity.html

Tuesday, 9 February 2021

IPMAPA Surabaya Menyatakan SIkap - Februari 09, 2021



PERNYATAAN SIKAP
IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA PAPUA
KOTA STUDI SE – SURABAYA
( PS IPMAPA KS SE-SBY )Rakyat Papua kembali diperhadapkan dengan situasi Politik Indonesia yang selalu melegalkan segala macam cara untuk mempertahankan kekuasaannya diatas tanah Papua. Elit Papua dan pemerintah Indonesia telah menunjukkan ambisinya dengan membuat suatu kebijakkan pemekaran Daerah Otonom Baru ( DOB ) yang sebenarnya sangat merungikan rakyat Papua.

        Sudah 20 tahun Otonomi Khusus bergulir diatas tanah Papua namun tidak menjawab apa yang menjadi keinginan rakyat Papua, sebab tuntutan rakyat Papua sebagaimana awal lahirnya Otonomi Khusus di tanah Papua, yakni rakyat Papua ingin berdaulat penuh atas tanah airnya atau Merdeka. Rakya Papua telah menunjukkan sikapnya dengan malakukan berbagai aksi penolakan terhadap kebijakan Otonomi Khusus, telah terjadi pada tahun 2005,tahun 2010, dan tahun 2013 namun Jakarta tetap memaksakan niatnya terhadap Papua dengan melakukan pembatasan akses jurnalis lokal dan asing, menyebarkan propaganda Rasis, melakukan penangkapan, pemenjarahan, pembunuhan terhadap aktivis dan rakyat Papua. 

            Disaat yang bersamaan banyak pakar akademisi dan peneliti sudah menyatakan otonomi khusus telah gagal mensejahterkan rakyat Papua. Otsus menunjukkan wajah politik Indonesia untuk membungkam aspirasi perjuangan rakyat Papua dan eksploitasi sumber daya alam terus berlanjut demi kepentingan kapitalisme dan imperealisme. Namun penolakan dan data kegagalan otonomi khusus yang telah di konsumsi oleh berbagai kalangan, pemerintah Indonesia tetap memaksa keinginannya dan mengabaikan protes – protes rakyat papua. Sebagaimana yang telah terjadi pada awal tahun 2021 dimana badan legislasi ( Baleg ) DPR RI telah menginvestasikan UU ( RUU ) yang diusulkan masuk dalam program legislasi nasional ( Prolegnas ) prioritas 2021. Rincihannya, 26 RUU usulan dari DPR RI, 10 RUU usulan dari pemerintah dan 2 RUU usulan dari DPR RI. Salah satunya pembahsan ototnomi khusus bagi papua, yang dipertegas dengan surat perintah presiden pada tanggal 4 desember 2020 lalu. Hal ini merupakan bukti bahwa Jakarta dan kroni – kroninya yakni elit papua tetap menggubris hal – hal diluar keinginan politiknya atas tanah papua.

            Sejatinya Otomi Khusus ( OTSUS ) hanyalah sebuah upaya dari pemerintah pusat untuk memperpanjang pendertiaan Orang Asli Papua ( OAP ) di atas Tanahnya sendiri, karena Otonomi Khusus membawah dampak negatif seperti pembunuhan, penembakan dan lainnya untuk Orang Asli Papua. Masyarakat, kecil ( sipil ) sama sekali tidak merasakan berbagai aspek - aspek seperti pendidikan ,kesehatan, ekonomi dan Sumber Daya Manusia ( SDM ).

            Dalam waktu yang bersamaan pemerintah indonesia dan kaki tangannya yang berada diatas tanah papua telah menunjukkan sikap yang sangat fasis dan otoriter terhadap rakyat papua, sehingga suara penolakan otonomi khusus dibalas dengan pembentukkan/pemekaran Daerah Otonom Baru ( DOB ) tanpa melibatkan rakyat papua ( Orang Asli Papua ).

 


Melihat dinamika yang terjadi diatas tanah papua, maka kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Kota Studi Se – Surabaya

 ( IPMAPA KS SE – SBY ) dengan tegas menyatakan sikap : 

Menolak pembentukan/pemekaran Daerah Otonom Baru ( DOB ) di seluruh Tanah Papua dan lebih khusunya Pemekaran Provinsi Baru Di Wilayah Adat LAPAGO dan MEEPAGO.

Menolak Otonomi Khusus ( OTSUS ) dan mendukung penuh Petisi Rakyat Papua ( PRP ) yang telah menggalang suara rakyat 654.561 yang menolak keberlanjutan otonomi khusus ( OTSUS ) ditanah papua

Kami mendesak kepada KOMNAS HAM segera menyelesaikan Pelanggaran HAM di atas Tanah Papua dan terlebih kusus untuk menindaklanjuti kasus penembakan 5 warga sipil di Kabupaten Puncak Distrik Gome Utara Desa Yaiki-Maiki.

 Hentikan Operasi Militer dan segera tarik Militer Organik dan Non – Organik di seluruh Tanah Papua.

 MRP, DPRP, Gubernur, Wali Kota, Bupati, DPRD dan Lembaga Masyarakat Adat ( LMA ) stop membahas/pemekaran Provinsi dan Kabupaten Kota di seluruh Tanah Papua.

Hentikan adanya Eksploitasi Sumber Daya Alam di seluruh Tanah Papua.

Menolak segala bentuk kompromi serta agenda – agenda yang membahas dan memutuskan tanpa melibatkan Rakyat Papua selaku Subjek dan Objek seluruh persoalan di Tanah Papua.

Kami dengan tegas meminta kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ( MENDAGRI RI ) segera Mencabut UU No. 45 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah.

Segera hentikan Pembangunan Markas Militer di seluruh Tanah Papua       

Hentikan segala bentuk Diskriminasi dan Intimidasi terhadap Mahasiswa Papua di seluruh Indonesia

Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis bagi Bangsa West Papua

Demikian pernyataan sikap dan seruan ini. Atas perhatian dan dukungan seluruh pihak yang peduli terhadap Hak Asasi Manusia dan demokrasi bagi Rakyat dan Mahasiswa Papua Barat, Kami Ucapkan termakasih.


koyao,  koha, amakaniee, ,amolongo,nimaowitimi,kinaonak,nare,yepmum,tabea mufa,walak,foi moi,wainambe, nayaklak Wa wa wa….

Saturday, 6 February 2021

Catan buat Bupati Mimika dan Puncak


Catatan : Bupati Puncak dan Timika penyataan ini dari hati bicara apa dari denggul ,daerah Puncak dan Timika birokrat orang pendang yang pimpin apa2 percaya kan orang pendang terus baru AOP kemanakah? hanya ingin jadi pemimpin otoriter terus berjuang alam sayang beliau_ beliau tapi sistem kolonialisme tidak syg beliau_beliau besok pemekaran Papua Tengah jadi beliau2 bawah ke jakarta dan di vaksinasi. Tdk tau tujuan nya apa koreksi sendiri.  Fakta yang terjadi dalam tahun 2020 ini pemimpin senior kita meninggal berterus2 10 pahlawan. Apa tdk analisis kejadian ini pak orang jakarta tidak butuh MANUSIA PAPUA Tetapi ALAM DAN KEKAYAAN. Dan tahun ini punya program                            1. Menghilangkan Etnis Malanesia.                                   2. Imingrasi to Papua 3.Daerah papua jadi Operasi Militer.                                       Dlm catatan pdt.Dr. Socratez Yoman, MA

 Realitas

PARA SARJANA PEMERINTAHAN DAN ADMINISTRASI NEGARA YANG TIDAK MENGERTI SYARAT-SYARAT PEMEKARAN PEMERINTAHAN BARU

Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman,MA

Istilah kata "tidak mengerti" dan "belum mengerti" layak dialamatkan kepada beberapa orang yang bergelar sarjana dan master atau bergelar S3. Katanya, orang-orang Papua sudah banyak yang sudah sarjana, master dan juga bergelar S3???? Dari para sarjana ini kebanyakan dari jurusan politik, administrasi negara dan pemerintahan.

Kita semua, termasuk penulis bergelar S3, namun penguasa Indonesia sedang mempermainkan martabat kami dan tertawa kami. Karena, kita bertingkah laku dan berpikir, berbicara seperti orang-orang yang tidak terdidik, tidak ada ilmu dalam hidup kita. Sepertinya selama kuliah kita orang-orang yang membeli nilai kepada para dosen dan ijazah di universitas.

Buktinya?

Para sarjana ini ramai-ramai mendukung pemekaran provinsi-provinsi BONEKA Indonesia yang diskenariokan oleh Menteri Dalam Negeri, Haji Dr. Tito Karnavian untuk kepentingan politis dan proses pemusnahan etnis orang asli Papua lebih cepat dengan sistematis, terstruktur, terlembaga, masif dan kolektif.

Penulis bukan orang berlatar belakang dari jurusan administrasi negara dan pemerintahan, melainkan dari background Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura. Tapi, penulis sedikit mengerti tentang syarat-syarat atau kriteria pembentukan suatu pemerintahan baru yang HARUS dan MUTLAK dipenuhi, yaitu:

1. Jumlah

2. Luas wilayah

3. Sumber Daya Manusia

4. Sumber Daya Alam

5. Sumber Dana

Paradoks dalam konteks Papua dari lima syarat ini, maka perlu dijelaskan sebagai berikut.

1. Jumlah penduduk dua provinsi Papua dan Papua Barat HANYA 4.392.025 jiwa.

Sangat lucu dan aneh serta sangat tidak rasional penduduk 4 juga jiwa dibutuhkan 6 provinsi di Tanah Papua.

Sedangkan jumlah Penduduk:

Jawa Barat 46.497.175 jiwa;

Jawa Tengah 35.557.248 jiwa;

Jawa Timur 38.828.061; Tetapi tidak ada pemekaran provinsi-provinsi baru.

Apakah layak 4 juta penduduk membutuh 6 provinsi di Tanah Papua?

2. Luas wilayah. Untuk luas wilayah masuk akal karena Papua wilayah luas dan sangat kaya.

3. Sumber Daya Manusia. Sumber Daya Manusia juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu menjadi perhatian yang sangat serius.

4. Sumber Daya Alam. Ya, SDA tidak menjadi masalah. Tidak perlu dijelaskan.

5. Sumber Dana. Masalah besar ialah darimana dana besar untuk membiayai pemekaran provinsi-provinsi baru di Papua?

Indonesia sedang sakit parah dengan

utang Indonesia kepada bangsa-bangsa asing sebagai berikut:

5.1. Utang Indonesia Tahun 2020

Posisi utang Indonesia per Juli 2020 telah menyentuh Rp 5.434,86 triliun. Utang tersebut terdiri dari SBN Rp 4.596,6 triliun, pinjamanRp 10,53 triliun, dan ULN Rp 828,07 triliun. Rasio utang terhadap PDB telah naik menjadi 34,53 persen dari sebelumnya 33,63 persen pada Juli 2020.

5. 2. Utang Indonesia Tahun 2021

Pemerintah menargetkan utang baru padatahun 2021 sebesar Rp 1.177,4 triliun. Sebagian besar utang tersebut didapat melalui penerbitan SBN sebesar Rp1.207,3 triliun.

Pemekaran Provinsi dan Kabupaten itu operasi militer dan operasi transmigrasi atas nama pembangungan untuk pemusnahan penduduk asli Papua dengan sistematis, terstruktur, terlembaga, masif dan kolektif. Kalau alasan kesejahteraan, tetapi fakta di depan mata kita bahwa penduduk di Jawa dan Jakarta lebih banyak miskin dan tidur dibawah kolong jembatan dan banyak pengemis hidup tanpa tanah dan juga tanpa harapan.

Dalam buku berjudul: Pintu Menuju Papua Merdeka (Yoman:2000, hal.78-86) diungkap Dokumen Sangat Rahasia dari Departemen Dalam Negeri, Dirjen Kesbang dan LINMAS untuk pemekaran provinsi Papua.

Dalam buku berjudul: Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat (Yoman: 2007), pada bab 5 dibongkar dokumen rahasia Negara untuk pemekaran provinsi-provinsi di Tanah Papua.

Dokumen rahasia itu juga diulas kembali sebagai peringatan adanya ancaman bahaya itu dalam buku berjudul: Otomomi, Pemerakan, dan Merdeka (Yoman:2010).

Dokumen yang disebut Dokumen Sangat Rahasia bertujuan untuk pengkondisian wilayah dan pengembangan jaringan komumikasi dalam menyikapi perkembangan tuntutan Papua Merdeka.

Dokumen Sangat Rahasia itu bernomor: 578/ND/KESBANG/D IV/VI/2000 tanggal 9 Juni 2000. Dan juga "Dokumen Dewan Ketahanan Nasional Sekretariatan Jenderal, Jakarta, 27 Mei 2003 dan tanggal 28 Mei 2003 bertema: Strategi Penyelesaian Konflik Berlatar Belakang Separatis di Papua melalui Pendekatan Bidang Politik dan Keamanan."

Seluruh rakyat Indonesia dan rakyat Papua perlu ketahui, bahwa Negara Indonesia melakukan operasi militer, operasi transmigrasi, operasi pemekaran kabupaten dan provinsi di Tanah Melanesia di West Papua. Operasi-operasi ini merupakan sejarah kekerasan terpanjang di Asia. Tiga bentuk operasi ini dilaksanakan pemerintah Indonesia secara sistematis, terpogram, terorganisir, terlembaga, kolektif dan masif. Tujuan utama dari operasi-operasi ini untuk PEMUSNAHAN penduduk orang asli Papua.

Hermanus (Herman) Wayoi pernah menyatakan: "Pemerintah Indonesia hanya berupaya menguasai daerah ini, kemudian merencanakan pemusnahan Etnis Melanesia dan menggatinya dengan Etnis Melayu dari Indonesia. Hal ini terbukti dengan mendatangkan transmigrasi dari luar daerah dalam jumlah ribuan untuk mendiami lembah-lembah yang subur di Tanah Papua. Dua macam operasi yaitu Operasi Militer dan Operasi Transmigrasi menunjukkan indikasi yang tidak diragukan lagi dari maksud dan tujuan untuk menghilangkan Ras Melanesia di tanah ini…” (Sumber: Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan Di Papua Barat: Yoman, 2007, hal. 143). Dikutip dari Makalah Tanah Papua (Irian Jaya) Masih Dalam Status Tanah Jajahan: Mengungkap Hati Nurani Rakyat Tanah Papua ( Bandar Numbay, Medyo Februari 1999).

Akhir dari tulisan pendek ini, penulis memberikan pertanyaan kepada para sarjana yang berjuang untuk pemekaran provinsi-provinsi baru di Tanah Papua?

1. Apakah layak dan memenuhi syarat 6 provinsi hanya untuk 4 juta penduduk di Papua dan Papua Barat?

2. Apakah Anda semua ditugaskan oleh negara untuk mendukung dan memperkuat mempercepat pemusnahan etnis orang asli Papua yang tersisa hanya 4 juta ini?

3. Bagaimana masa depan anak cucu Anda kalau Tanah ini dikuasai oleh orang-orang Melayu dalam 6 provinsi-provinsi baru yang Anda perjuangkan?

Sebenarnya, Anda semua tidak sadar, Anda sedang mendukung dan memperkuat operasi militer dan operasi transmigrasi untuk pemusnahan penduduk asli Papua.

Doa dan harapan penulis supaya tulisan singkat ini berguna.

Waa....Waa.....Waa.....Tuhan memberkati.

Ita Wakhu Purom, 5 Februari 2021

Penulis: Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.

Anggota:

1. Dewan Gereja Papua (WPCC)

2. Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC)

3. Aliansi Baptis Dunia (BWA).