Friday, 25 November 2022

IMAN ADALAH PERKARA YANG TIDAK KELIHATAN DAN YANG KELIHATAN Ibrani 11:1-7





Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr. 11:1)


“Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu”. Ini adalah sebuah peribahasa yang hendak mengungkapkan bahwa kita tidak akan dapat menyelami, mengetahui, atau menebak isi hati orang lain. Perasaan yang ada dalam hati sulit diketahui karena ia adalah sesuatu yang tidak kelihatan.

Penulis Ibrani mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Iman berkaitan dengan hal yang tidak kelihatan. Artinya, ketika kita beriman, itu merupakan perkara hati; ada dalam diri; sesuatu yang tidak kelihatan. Namun, iman juga adalah perkara yang kelihatan, yaitu melalui segala hal yang orang tunjukkan dalam perkataan dan perbuatan. Misalnya, kesaksian hidup Habel yang mempersembahkan kurban syukur kepada Allah; kesaksian Henokh yang hidup berkenan kepada Allah; dan kesaksian Nuh yang taat ketika disuruh membuat bahtera besar sementara hujan lebat belum terjadi. Kesaksian hidup orang-orang yang mengikuti kehendak Allah menjadi bukti yang kelihatan dari iman mereka kepada Allah.

Iman memang perkara hati; tidak kelihatan oleh orang lain; hanya diri sendiri dan Tuhan yang tahu. Namun, iman juga seharusnya merupakan perkara kesaksian yang kelihatan. Agar iman kita kelihatan, maka perkataan dan perbuatan kita seharusnya sesuai dengan iman kita kepada Tuhan.

DOA: Tanpa perbuatan, iman tidak akan pernah menjadi kesaksian.

Friday, 11 November 2022

Hati-hati, Ini 4 Tanda Pasangan Manipulatif!

Pasangan yang memiliki watak manipulatif seringkali dijumpai pada hubungan yang terlihat romantis walaupun tidak menutup kemungkinan sering terjadi juga pada bentuk hubungan lainnya.

Memiliki pasangan manipulatif akan membuat kita mudah lelah, tidak bahagia, hingga depresi. Orang-orang manipulatif juga pada awalnya sulit diketahui sikap aslinya. Biasanya, diawal hubungan mereka akan bersikap terlalu romantis dan penuh perhatian dengan tujuan membuat korbannya terpana, merasa ketergantungan padanya, hingga merasa takut kehilangan. Sehingga, pada saat sifat aslinya muncul kepermukaan bahkan dengan terang-terangan menyerang korbannya, si korban tidak mampu melawan dan memilih untuk mengalah daripada kehilangan pasangannya.

Meskipun begitu, kita bisa mengenali tanda-tanda yang seringkali dimiliki orang manipulatif agar bisa menyadari dan menghindarinya sedari awal.

1. Suka Menghakimi

Tanda pertama, pasangan terlalu mudah menghakimi kita ketika terjadi sebuah masalah sekecil apa pun masalahnya. Kita akan selalu dibuat tidak berdaya untuk membantah, malah selalu berakhir dengan menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang bukan salah kita.

2. Mudah Berbohong

Tanda selanjutnya yaitu dia mudah berbohong. Berbohong atau menyembunyikan sesuatu hal dari pasangan ini biasanya dengan dalih menjaga hubungan, padahal bisa saja niat sesungguhnya adalah bagian dari trik tarik-ulur dan untuk kepentingan dirinya semata.

3. Silent treatment

Apakah setiap kali kalian beradu argumen, membahas masalah dia selalu menghindar dan menghilang? Pasangan manipulatif biasanya melakukan tanda ini untuk mempermainkan perasaan pasangannya. Dengan melakukan silent treatment dia merasa bisa selalu mendominasi dalam hubungan, kita bahkan akan dibuat mengalah oleh sikapnya yang memilih diam dan menghindar setiap membahas suatu hal terlebih yang memiliki kemungkinan besar akan menyudutkan dirinya.

4. Suka Membully

Mengucapkan kata-kata kasar, menghina, merendahkan, dan membuat korbannya merasa tidak berguna juga merupakan tanda pasangan manipulatif. Hal ini dia lakukan agar kita kehilangan kepercayaan diri dan mudah dipengaruhi olehnya.

Inilah, 4 tanda pasangan manipulatif yang harus kita waspadai sedari awal agar bisa melepaskan diri dari cengkramannya. Percayalah seburuk apapun penilaian dan perilaku seseorang kepada kita, tidak ada yang lebih berhak atas diri kita selain diri sendiri. Jangan ragu untuk melepaskan diri dari pasangan manipulatif.

semoga melaluhi tips ini wawasan saudara bisa tahu tentang pasangan mu punya gaya bicara dan gerak-gerik selama bercinta atau pacaran dan semoga  bermanfaat.

Tuesday, 1 November 2022

Belajar Manajemen: Formalitas vs Pengetahuan


Sejak tahun lalu saya mengasuh kelas manajemen secara daring. Awalnya lewat Zoom, kemudian beralih ke WAG. 2 platform ini punya kelebihan dan kekurangan. Zoom lebih interaktif, karena ada audio dan visual, dan saya bersama peserta hadir bersama secara virtual, seperti orang belajar pada umumnya. Kelemahannya, sering jadwalnya tidak cocok. Ditambah, Zoom memerlukan kuota internet yang tidak kecil. Akhirnya saya pilih untuk melayani lewat WAG. Materi disampaikan dalam bentuk slide, dengan penjelasan rekaman suara. Secara jadwal lebih fleksibel. Peserta bisa menyimak materi kapan saja. Tanya jawab pun bisa fleksibel waktunya.
Kenapa perlu belajar manajemen? Banyak orang masuk kerja tanpa tahu bagaimana prinsip-prinsip dasar yang berlaku di tempat kerja. Prinsip-prinsip itulah yang disebut manajemen. Apa tugas Anda? Kenapa Anda mengerjakan sesuatu? Apakah sekadar karena diperintah? Kalau itu posisi Anda, sayang sekali. Anda hanya seorang pesuruh.
Anda bekerja sebagai bagian dari sebuah sistem manajemen. Tugas yang Anda jalankan bukan kehendak pribadi Anda, bukan pula kehendak atasan Anda. Anda bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Ini hal dasar yang harus dipahami. Pemahaman soal ini akan membedakan Anda dari seorang pesuruh.
Dengan memahami prinsip itu, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Anda berpikir bagaimana melakukannya, menyelesaikannya, dan mengantarkan hasilnya kepada pihak yang membutuhkan dalam sistem manajemen tadi. Artinya, Anda seharusnya bisa bekerja tanpa diperintah. Anda bisa mengembangkan inisiatif.
Sebaliknya, Anda juga tahu apa yang tidak boleh dan tidak perlu Anda lakukan. Anda bisa membedakan perintah yang perlu dituruti dan yang bukan. Basisnya adalah tujuan organisasi tadi.
Pekerjaan yang Anda lakukan bukan sekadar tugas yang dilakukan dengan mendapat imbalan upah atau gaji. Itu adalah medan tempat Anda mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan. Tempat Anda mengasah diri. Dari praktik itu Anda berkembang jadi orang yang lebih mahir. Karena itu, sekali lagi, Anda bukan sekadar pesuruh yang melaksanakan perintah.
Ada banyak lagi hal yang akan mengubah cara Anda bekerja, dan sikap Anda bekerja kalau Anda paham manajemen. Sebenarnya manajemen bisa dipelajari sambil bekerja. Dari mekanisme yang Anda ikuti, Anda bisa mendapat banyak pengetahuan. Masalahnya, banyak orang yang tidak sanggup merekam fakta-fakta lalu mengolahnya jadi pengetahuan. Sebaliknya, banyak juga tempat kerja yang tidak berjalan dengan prinsip manajemen. Akibatnya, yang direkam dari fakta-fakta tadi tidak bisa jadi pengetahuan yang benar. Karena itu belajar manajemen jadi penting. Anda harus belajar.
Bagaimana cara belajarnya? Anda bisa baca buku sendiri. Atau belajar pada orang lain, melalui kursus, misalnya.
Kelas manajemen yang saya tawarkan adalah kelas informal. Bahannya saya ambil dari buku, jadi tidak saya karang sendiri. Materi buku itu saya ramu menjadi penjelasan yang gampang dipahami. Ditambah, saya sediakan waktu tanya jawab, yang memberi Anda jawaban atas soal-soal praktis di tempat kerja.
Dari sejumlah kelas yang saya asuh, ada begitu banyak pertanyaan yang diajukan peserta, yang menggambarkan betapa banyak hal mendasar yang ternyata tidak dipahami banyak orang di tempat kerja.
Apakah belajar seperti itu efektif? Menurut para peserta, iya. Setidaknya mereka jadi punya peta yang lebih jelas soal apa yang mereka hadapi di tempat kerja.
Tapi ingat, ini bukan pelatihan bersertifikat. Kalau pun saya terbitkan sertifikat, tidak akan ada artinya. Ini hanya tempat belajar secara santai, melalui obrolan ringan. Fokusnya adalah memberi Anda pengetahuan, bukan formalitas administrasi.

Memandang Jauh ke Masa Lalu

Kita melihat karena ada cahaya yang masuk ke mata kita. Objek di depan kita memantulkan cahaya dari matahari, lampu, atau sumber cahaya lain. Cahaya yang terpantul itu ditangkap dan difokuskan oleh lensa mata, kemudian membentuk bayangan di retina. Jarak antara kita dengan objek-objek yang kita lihat hanya dalam orde meter, atau paling jauh ribuan meter. Dibanding lecepatan cahaya, jarak tersebut sangat pendek, sehingga waktu tempuh cahaya yang terpantul dari objek tadi ke mata kita bisa dianggap nol.
Di ruang angkasa, waktu tempuh itu tidak lagi bisa dianggap nol, karena ruang angkasa yang maha luas. Ruang yang maha besar. Inilah maha besar yang sebenarnya. Karena mana besar itu, bahkan cahaya pun memerlukan waktu untuk menempuhnya. Waktu yang diperlukan bisa sangat lama, sampai milyaran tahun.
Waktu tempuh cahaya dari matahari ke bumi sekitar 8 menit. Biasa pula dikatakan bahwa jarak matahari-bumi adalah 8 menit cahaya. Jarak dari matahari ke Pluto adalah 320 menit, atau 5,3 jam. Jarak dari matahari ke bintang tetangganya yaitu Proxima Centauri adalah 4,2 tahun cahaya.
Matahari yang kita lihat setiap saat sebenarnya adalah matahari 8 menit yang lalu. Cahaya yang diproduksi dan dilepaskan suatu saat, baru tiba ke kit 8 menit kemudian. Kalau, misalnya, ada sebuah ledakan yang menghasilkan cahaya khas, kita baru bisa melihatnya 8 menit kemudian. Kalau kita tempatkan kamera di Pluto, maka kamera itu baru melihat kejadian yang sama 5,2 jam kemudian.
Setiap kali kita melihat ke ruang angkasa kita melihat masa lalu. Kalau kita melihat ke Proxima Centauri, yang sedang kita lihat setiap saat adalah informasi atau kejadian 4,2 tahun yang lalu. Kalau kita melihat sebuah bintang dalam galaksi Bima Sakti, yang kita lihat adalah informasi atau kejadian 50-100 ribu tahun yang lalu. Kalau kita melihat ke Andromeda, kita melihat keadaannya 2,5 juta tahun yang lalu.
Sejak ribuan tahun yang lalu manusia sudah mengamati sesuatu yang kini dikenal dengan sebutan Supernova. Supernova adalah sebuah bintang yang sedang meledak. Dalam pengamatan mata telanjang Supernova adalah sebuah bintang yang jauh lebih terang dari yang lain. Yang dapat dilihat itu adalah Supernova yang berjarak 7 ribu tahun cahaya. Artinya, ledakan bintang itu sebenarnya terjadi 7 ribu tahun sebelumnya.
Kemarin saya membaca tulisan tentang riset yang sedang dilakukan oleh seorang teman yang sedang belajar di Amerika. Ia sedang meneliti data yang dihasilkan oleh teleskop James Webb. Yang ia amati adalah 2 galaksi yang jaraknya 13 koma sekian milyar tahun cahaya dari tata surya. Saat diamati dengan teleskop Hubble galaksi ini hanya tampak sebagai satu titik. Dengan data yang lebih baik diketahui bahwa ternyata ada 2 galaksi. Data menunjukkan bahwa kedua galaksi itu saling mendekat. Ada kemungkinan itu adalah peristiwa tabrakan galaksi.
Kepan kejadiannya? Ya 13 koma sekian milyar tahun yang lalu. Lebih akuratnya, sekitar 400 juta tahun setelah Big Bang. Diperkirakan ini adalah galaksi muda yang baru saja terbentuk.
Teleskop James Webb menyediakan data tentang galaksi-galaksi yang jauhnya mendekati 13,7 milyar tahun cahaya, dengan citra yang lebih jernih. Itu memungkinkan kita melihat kembali ke situasi saat Big Bang baru saja terjadi.

#Kang H Idea

Ada banyak jalan Menuju Puncak

 Saat kita terpaksa berhenti dari sesuatu yang kita tekuni, kita sering terguncang. Merasa sesuatu yang penting telah dirampas dari hidup kita. Cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang lain.

Fokus pada sesuatu yang kita tekuni sering membuat kita lalai dan lupa, bahwa di luar sana ada banyak kesempatan untuk membuat diri kita lebih besar. Terhenti dari sesuatu itu artinya sebuah kesempatah untuk melihat peluang lain.
Kuncinya adalah kualitas diri kita. Kalau kita berkualitas, kita selalu punya kesempatan untuk memulai sesuatu, membuatnya jadi pusat ketekunan baru, dan menjadikan diri kita lebih baik.
Setiap saat dalam hidup kita, di puncak kegagalan maupun di jurang kegagalan, adalah kesempatan untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik